Nasional
Pemerintah Godok Persiapan Vaksin Booster Covid-19
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah terus menggodok persiapan pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk melengkapi proses vaksinasi Covid-19.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan bahwa booster diperlukan untuk meningkatkan kembali proteksi kekebalan seseorang yang sebelumnya memang telah mendapatkan vaksin Covid-19 secara lengkap.
“Vaksinasi dosis penguat ini perlu untuk meningkatkan kembali proteksi kekebalan. Rekomendasi pemerintah, penyuntikan booster dapat dilakukan minimal enam bulan setelah yang bersangkutan menerima dosis kedua,” kata Johnny, Sabtu (8/1/2021).
Dia meminta masyarakat mengambil kesempatan mendapatkan vaksinasi dosis ketiga tersebut, dia juga meminta warga yang belum divaksinasi untuk segera melengkapinya.
Johnny menuturkan pemerintah juga tetap mendorong perluasan cakupan vaksinasi dosis pertama dan kedua. Dia menegaskan perlu kekebalan kelompok di seluruh Indonesia.
“Kita membutuhkan kekebalan kelompok di seluruh Indonesia. Ini harus dicapai bersama,” tuturnya.
Johnny menjelaskan, hal ini juga dikarenakan program vaksinasi booster akan dilaksanakan di daerah dengan kriteria capaian vaksinasi dosis pertama 70% dan dosis kedua 60%, dengan prioritas bagi populasi berusia di atas 18 tahun.
“Hingga saat ini 244 kabupaten/kota telah memenuhi persyaratan tersebut. Untuk itu, kami mendorong dan meminta dukungan semua pihak untuk percepatan cakupan vaksinasi di wilayah-wilayah lainnya supaya dapat memenuhi kriteria yang ada,” tutur Johnny.
Koordinasi persiapan pelaksanaan vaksinasi booster dan vaksinasi anak berlangsung lintas sektoral melibatkan kementerian/lembaga pemerintah dan nonpemerintah, juga beberapa asosiasi terkait.
Terkait dengan penetapan dasar hukum pelaksanaaan vaksinasi booster yang direncanakan dimulai pada Januari ini, pemerintah masih menunggu pertimbangan dari Indonesian Technical Advisory Group of Immunization atau ITAGI.
Pada saat yang sama, lanjut Johnny, pemerintah tetap terus menggalakkan vaksinasi lansia dan vaksinasi anak 6-11 tahun.
“Vaksinasi anak terus berlanjut dan berjalan baik. Para orang tua jangan ragu, mari kita lengkapi vaksinasi anak-anak Indonesia,” ajaknya.
Kesempatan yang sama, Johnny mengingatkan masyarakat supaya tetap berhati-hati menyikapi beredarnya berbagai hoaks yang terkait dengan Covid-19, termasuk tentang vaksinasi booster dan vaksinasi anak.
“Kominfo tentu terus melakukan berbagai upaya menangkal disinformasi dan hoaks yang bergulir di tengah masyarakat. Berdampingan dengan hal tersebut, kami harapkan warga juga bijak menyikapinya. Pastikan mengambil informasi dari sumber terpercaya, jangan meneruskan berita yang keliru,” tutup Johnny. (*)
Sumber: Medcom.com


You may like

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi

Waspadai Covid-19, Pemprov Jabar Imbau Warga Kembali Terapkan Prokes

Menkes: Program Vaksinasi Covid-19 Gratis Berakhir Sampai 31 Desember 2023

BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Pasien Covid-19 Sesuai Indikasi Medis
Pos-pos Terbaru
- Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika
- Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari
- Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern






