Nasional
IDI Minta Pemerintah Fokuskan Penanganan Covid-19
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi meminta masyarakat tak hanya fokus pada positivity rate yang melandai pada beberapa hari terakhir. Menurutnya, angka kematian pasien positif Covid-19 juga penting untuk diperhatikan.
“Faktor yang kita lihat bukan hanya sekedar indikator penurunan kasus saja, tapi yang paling penting juga kita harus melihat laju mortalitas,” kata Adib dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (1/3).
Adib pun menyoroti penurunan positivity rate yang terjadi sepekan terakhir. Tercatat per 20 Februari angka positivity rate menurun. Rinciannya 20 Februari 25 persen, 21 Februari 24,9 persen, 23 Februari 17,58 persen, 24 Februari 14,35 persen.
Kemudian pada 25 Februari naik sedikit menjadi 16,97 persen, 26 Februari 20,7 persen, 28 Februari 26,2 persen. Angka positivity rate 1 Maret naik kembali menjadi 35,26 persen.
Sementara itu, kasus kematian pasien Covid-19 masih di atas 100 per hari. Secara kumulatif pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia mencapai 36.325 orang.
Baca juga: Aturan Kerja Kontrak 5 Tahun Dikecam Buruh
Adib meminta agar pemerintah fokus kembali menguatkan strategi tes, telusur, dan tindak lanjut (3T). Sedangkan masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan 3M, meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
“Jadi kalau upaya 3T-nya itu bisa dimaksimalkan, ditambah nanti dengan program vaksinasi berhasil dengan baik maka target untuk herd immunity bisa kita capai dalam setahun ini seharusnya. Dan kita bisa melihat apakah kurva ini benar-benar melandai atau akan naik kembali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adib menjelaskan berbagai faktor yang masih menjadi kendala Indonesia sulit terbebas dari pandemi Covid-19.
Pertama, ketidaksiapan sistem kesehatan nasional di dalam menghadapi situasi pandemi. Kedua, ketergantungan industri dan teknologi kesehatan terhadap luar negeri.
Ketiga, sinergi sistem kesehatan nasional yang belum kuat, dan keempat ketidaksiapan serta ketidakpatuhan masyarakat dalam menghadapi situasi pandemi.
Baca juga: Wakil Ketua MPR Menolak Keras Perpres Investasi Miras, Bertentangan dengan Pancasila
“Empat hal itulah yang membawa suatu kondisi, karena bicara terkait problem kesehatan di Indonesia itu sudah banyak dari masalah yang terjadi sebelum pandemi,” katanya.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman juga sempat menyoroti lonjakan angka kematian di tengah tren penurunan rasio positif harian. Menurutnya, kasus kematian yang terus bertambah menandakan pemerintah telah gagal mendeteksi kasus positif. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com


You may like

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi

Waspadai Covid-19, Pemprov Jabar Imbau Warga Kembali Terapkan Prokes

BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Pasien Covid-19 Sesuai Indikasi Medis

Meski Sudah Masuk Endemi, BPJS Tetap Tanggung Biaya Pengobatan Covid-19
1 Comment
Leave a Reply
Batalkan balasan
Leave a Reply
Pos-pos Terbaru
- AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu
- Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama
- Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
- Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara
- Dari Pos Ronda Menuju Podium Juara: Misi Keramat Orado Palembang Di Kejurprov I Sumsel






Pingback: Sri Mulyani: Yang Mau Beli Mobil Sebaiknya Sekarang - Infoka