Nasional
Meski Sudah Masuk Endemi, BPJS Tetap Tanggung Biaya Pengobatan Covid-19
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – BPJS Kesehatan tetap akan menanggung biaya pengobatan pasien Covid-19 setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi bahwa Indonesia sudah memasuki masa endemi.
“Semua peserta BPJS, jika terinfeksi Covid-19, kami siap untuk membiayainya. Ini berlaku untuk semua peserta,” kata Ali Ghufron Mukti,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Kamis (22/6/2023).
Ali mengatakan pembiayaan itu tetap ditanggung dengan alasan pasien yang terinfeksi akan masih tetap ada meski negara sudah memasuki masa endemi, walaupun jumlahnya kian menurun.
Tanggungan biaya akan dibayarkan oleh BPJS, tidak hanya berlaku bagi peserta yang terdaftar di Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saja. Melainkan juga untuk kelas-kelas lainnya, selama nama yang bersangkutan terdaftar sebagai peserta BPJS.
Selain biaya perawatan, BPJS juga akan menanggung obat-obatan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk segera menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Ali menjelaskan begitu pasien secara resmi masuk dan dirawat di rumah sakit, BPJS akan menanggung biayanya dengan catatan sesuai dengan hasil diagnosis yang dikeluarkan oleh tenaga medis yang menangani.
Dalam penanganan Covid-19, seringkali ditemukan adanya penyakit penyerta lain (komorbid) yang memperberat kondisi pasien, sehingga biaya pengobatan antara satu pasien dengan pasien lainnya dapat bervariasi.
“Ada diagnosis yang diterapkan. Penyakitnya bukan hanya Covid-19, misalnya jika pasien mengalami kesulitan bernapas karena penyakit paru kronis, itu sudah memiliki diagnosis dan biayanya akan ditanggung oleh BPJS,” jelas Ali.
Ali berpendapat bila keputusan presiden untuk menyatakan endemi, sudah sesuai dengan dicabutnya status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 5 Mei 2023.
Diketahui, Presiden Joko Widodo secara resmi mencabut status pandemi Covid-19 dan mengumumkan bahwa Indonesia telah memasuki masa endemi Covid-19.
Adapun keputusan tersebut diambil pemerintah dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Diantaranya, angka konfirmasi harian kasus Covid-19, hasil serologi survei dan keputusan WHO yang telah mencabut Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada awal Mei lalu.
Pertimbangan lainnya yaitu angka konfirmasi harian kasus Covid-19 mendekati nihil, hasil sero survey menunjukkan 99 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19.
Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati serta terus menjalankan perilaku hidup sehat dan bersih. (*)
You may like

Masyarakat Kesulitan Akses IGD di Karawang, DPRD Akan Panggil Dinkes dan BPJS

Jokowi Teken Aturan Baru Pengganti Kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi

Waspadai Covid-19, Pemprov Jabar Imbau Warga Kembali Terapkan Prokes
Pos-pos Terbaru
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!
- Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!







