Nasional
Sebaran Kasus Covid-19, Jawa Barat Tertinggi
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Kasus harian Covid-19 di Indonesia bertambah 7.533, Rabu (24/2/2021). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Barat kembali menjadi provinsi dengan penambahan kasus baru terbanyak, yaitu mencapai 2.191, pada Rabu (24/2/2021). Sehingga, total kasus di Indonesia telah mencapai 1.306.141.
Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus positif harian terbanyak, yaitu 2.191 kasus. Disusul Jawa Tengah 1.262 kasus, DKI Jakarta 782 kasus, Jawa Timur 580 kasus, dan Kalimantan Timur 423 kasus.
Satgas COVID-19 juga mencatat 7.735 kasus sembuh hari ini. Maka, total kesembuhan COVID-19 di Indonesia kini mencapai 1.112.725 kasus.
Provinsi dengan penambahan kasus sembuh terbanyak hari ini yaitu DKI Jakarta 2.443 kasus, Jawa Barat 1.379 kasus, Jawa Tengah 569 kasus, Jawa Timur 548 kasus, dan Kalimantan Timur 541 kasus.
Baca juga: Bahas Penanganan Kasus UU ITE, Komnas HAM dan Polri Rapat Bersama
Sementara kasus kematian akibat COVID-19 naik 240 hari ini. Sehingga, total kasus meninggal akibat virus corona mencapai 35.254 kasus.
Lima provinsi dengan kasus kematian COVID-19 terbanyak hari ini yaitu Jawa Tengah 75 kasus, DKI Jakarta 51 kasus, Jawa Timur 40 kasus, NTT 20 kasus, dan Kalimantan Timur 14 kasus.
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.
“Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.
Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.
“Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer,” jelasnya.
Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.
Baca juga: Jika Food Estate Dikerjakan Dengan Baik, Dapat Membangun Ketahanan Pangan Nasional
“Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan,” imbuhnya. (*)
Sumber: IDNTimes.com


You may like

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi

Waspadai Covid-19, Pemprov Jabar Imbau Warga Kembali Terapkan Prokes

BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Pasien Covid-19 Sesuai Indikasi Medis

Meski Sudah Masuk Endemi, BPJS Tetap Tanggung Biaya Pengobatan Covid-19
Pos-pos Terbaru
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern
- Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang
- Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita
- DPUPR Karawang Tindaklanjuti Usulan Pemdes Rengasdengklok Utara Atasi Banjir





