Gaya Hidup
Ini Kata Dokter Soal Konsumsi Herbal saat Isolasi Mandiri
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Banyak pasien Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri mengonsumsi ramuan-ramuan herbal untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Herbal dikonsumsi berbarengan dengan obat Covid-19 yan diresepkan dokter.
Lalu, apakah mengonsumsi herbal berbarengan dengan obat Covid-19 diperbolehkan?
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr Inggrid Tania memperbolehkan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri untuk mengonsumsi herbal. Namun, konsumsi herbal harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Tania mengatakan, konsumsi herbal seperti kunyit dan sambiloto mampu membantu mengurangi efek samping obat medis yang diberikan. Pasien Covid-19 bergejala ringan kerap mengeluhkan mual pasca-konsumsi obat.
“Kadang obat medis ada efek samping, misalnya mual. Itu bisa dibantu dengan herbal yang bersifat mengurangi mual, juga antiperadangan. [Herbal juga] meningkatkan imunitas, misalnya kunyit, meniran, sambiloto,” kata Tania, Minggu (4/7/2021).
Pasien disarankan mengonsumsi herbal sesuai anjuran dosis jenis produk yang dipakai. Herbal diminum selang waktu 1-2 jam dengan obat medis.
Qusthul Hindi atau Saussurea costus menjadi salah satu herbal yang direkomendasikan. Herbal berbentuk bubuk ini diyakini bersifat antionflamasi, antimikroba, dan analgesik (penghilang rasa sakit).
Tania memperbolehkan masyarakat untuk mengonsumsi Qusthul Hindi. Namun, konsumsi harus digunakan sebagai pengobatan, bukan untuk pencegahan. Artinya, masyarakat boleh mengonsumsinya saat memang terkonfirmasi positif Covid-19.
Qusthul Hindi bisa dikonsumsi tiga kali sehari untuk mengurangi gejala demam, batuk, dan sakit tenggorokan.
Takaran yang disarankan adalah 1/2-1 sdt yang dilarutkan dalam air. Aduk dan biarkan hingga mengendap. Pasien bisa meminum bagian atasnya, bukan endapannya.
Selain Qusthul Hindi, Tania juga merekomendasikan ramuan air hangat dan garam. Ramuan ini bersifat antiseptik dan membantu meredakan nyeri pada tenggorokan.
Herbal lainnya adalah madu, yang bisa membantu mengatasi gejala batuk. Studi menemukan, madu berpotensi memberikan manfaat untuk pasien Covid-19.
Manfaat itu didapat dengan meningkatkan sistem kekebalan inang, memperbaiki kondisi komorbiditas, dan bersifat antivirus.
Kendati demikian, masih diperlukan lebih banyak penelitian yang lebih mendalam dan luas mengenai efek madu pada replikasi virus corona penyebab Covid-19. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com


You may like

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi

Waspadai Covid-19, Pemprov Jabar Imbau Warga Kembali Terapkan Prokes

BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Pasien Covid-19 Sesuai Indikasi Medis

Meski Sudah Masuk Endemi, BPJS Tetap Tanggung Biaya Pengobatan Covid-19
Pos-pos Terbaru
- Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat
- Pemuda Pancasila Siap Dukung & Sukseskan Musda Partai Golkar
- Bukan dari PHE ONWJ, Hasil Labfor Ungkap Ceceran Minyak di Pesisir Karawang Tak Identik
- Pemkab Karawang Luncurkan Program Serap Naker Warga Desil 1 – 3
- Paska Pelantikan, Pisah Sambut Kepala KUA Telagasari Berlangsung Khidmat





