Regional
Usai Libur Panjang, Kang Emil Klaim Kasus Positif Tak Naik Signifikan
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan kasus positif virus corona (Covid-19) di wilayahnya tidak naik signifikan meski ada libur panjang pada akhir Oktober lalu.
Orang yang akrab disapa Emil itu mengklaim peningkatan kasus corona lebih tinggi terjadi akibat libur panjang bulan Agustus lalu.
“Ini menandakan protokol kesehatan 3M dan pembatasan di destinasi wisata itu dilakukan dengan baik,” kata Ridwan Kamil usai rapat bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lewat konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (12/11), dilansir dari CNNIndonesia.com.
Emil mengamini bahwa kenaikan kasus positif setelah libur panjang memang wajar terjadi. Hal itu menjadi risiko karena masyarakat tentu bepergian ke sejumlah tempat.
Akan tetapi, menurut Emil ada yang patut disyukuri, yakni soal penurunan tren. Tren yang dimaksud yakni peningkatan kasus baru usai libur panjang Oktober tidak sebanyak libur panjang pada Agustus lalu.
Mengenai libur Natal dan Tahun Baru akhir Desember, Emil meminta pemkab/pemkot di Jabar mengantisipasi dengan merancang sistem pencegahan terintegrasi di tempat-tempat wisata dan pintu masuk daerah.
“Hati-hati dan perbaiki (protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung wisata), karena libur panjang akan hadir di bulan Desember,” ujarnya.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan senada dengan Emil. Menurutnya, penambahan kasus corona baru tidak terlalu tinggi meski ada libur panjang Oktober lalu.
“Kalau kita lihat per 11 November total kasus terjadi kenaikan cukup banyak juga, tapi tidak sebanyak pada libur panjang bulan Agustus. Saya kira cukup berhasil juga teman-teman sekalian melakukan penanganan ini, karena sudah mau dua minggu (pascalibur panjang),” ungkap Luhut.
Namun pada Agustus lalu, dua pekan setelah libur panjang, ada penambahan 77,8 persen kasus virus corona baru. Kini hanya ada penambahan kasus positif sebesar 63,4 persen di 8 provinsi usai libur panjang Oktober.
Jabar (41 persen) menempati urutan kedua peningkatan kasus positif pascalibur panjang di bawah Jateng (49 persen), di atas DKI Jakarta (14 persen), dan Jatim (5 persen).
Luhut mencatat, jumlah laporan operasi yustisi 3M di Jabar menurun 16 persen dari asalnya 160,9 ribu menjadi 135 ribu. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com


You may like

Bedug Hadiah Syeikh Quro Masih Berdentum di Cirebon, Tradisi Dugdag Bertahan hingga Ramadhan 2026

Pelantikan Pengurus DPD-FK PKBM Kuningan: Bersinergi untuk Pendidikan Inklusif

PKBM Kabupaten Bekasi Gelar Gema Tunas Pramuka untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter

Jaga Pilkada Serentak di Jabar, PLN UID Jabar Siagakan Lebih Dari Empat Ribu Personil

Ridwan Kamil Mendorong Pengembangan Destinasi Eduwisata Agribisnis Berkelas Dunia di Kertajati

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati
1 Comment
Leave a Reply
Batalkan balasan
Leave a Reply
Pos-pos Terbaru
- Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika
- Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari
- Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern







gralion torile
29 Agustus 2022 at 04:50
Undeniably believe that that you stated. Your favorite reason seemed to be on the web the simplest thing to remember of. I say to you, I definitely get annoyed while folks think about worries that they plainly don’t know about. You controlled to hit the nail upon the top and also outlined out the entire thing without having side-effects , other folks can take a signal. Will likely be again to get more. Thank you