Connect with us

Regional

Keluarga Kudus Serahkan Kasus Pembacokan di OKUS ke APH

Published

on

Foto: Istimewa.

INFOKA.ID – Keluarga korban meninggalnya Kudus, seorang anggota LSM di OKU Selatan, akibat tebasan parang yang di lakukan oleh seorang pria bernama An yang terjadi di warung makan Lesehan Empat Putri depan Kantor BPKAD OKU Selatan menyerahkan kasus kepada pihak berwenang, pada Senin (15/2).

Kasus tersebut kini di serahkan sepenuhnya oleh pihak keluarga korban ke aparat berwenang atau penegak hukum.

Dari pernyataan salah seorang keluarga korban sepupu Kudus, Soelehin Abuazir yang juga merupakan wakil Bupati OKU Selatan, ketika memberikan keterangan kepada wartawan, mengatakan selain peristiwa yang terjadi telah dianggap sebuah musibah untuk proses hukum bagi tersangka di serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang ada.

“Kejadian seperti ini kita dari pihak keluarga menganggapnya adalah sebuah musibah, karena sebuah musibah keluarga harus berusaha tabah,” kata Wakil Bupati OKUS.

Baca juga: Lapas Karawang Gelar Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut

Selanjutnya tambah Wakit bupati, untuk kelanjutan proses hukum terhadap tersangka, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang atau penegak hukum dapat untuk memberikan rasa keadilan.

“Karena kasus ini sudah di tangani aparat berwenang. Harapan dari keluarga aparat berwenang akan dapat memberikan rasa keadilan yang seadil-adilnya,” terang nya.

Dari data yang dihimpun dilapangan diketahui pada Senin, (15/2/2021) telah terjadi pembacokan terhadap korban Kudus di depan kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab OKU Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban yang mengalami luka serius tepat dibagian wajah yang diketahui korban merupakan seorang LSM dari Wahana Aspirasi Masyarakat (WAS). 

Ia dibacok oleh pelaku Andi (33), warga Kecamatan Muaradua, seorang pemilik warung makan. peristiwa berdarah tersebut dilatari belakangi dugaan kecemburuan.

Baca juga: Tim Survei Dinas PUPR Karawang Tinjau Lokasi Jembatan Cirotan Program Aspirasi

Diketahui korban yang sedang mengopi di warung milik pelaku diduga menggoda istri pelaku saat hendak pergi membayar pesanan kopi.

Peristiwa berawal saat korban bersama dua orang rekannya membayar pesanan kopi terakahir diduga sempat menggoda istri pelaku dan didengar oleh pelaku Andi.

Mungkin tersinggung, pelaku yang baru membina rumah tangga selama 3 bulan yang berada di dalam rumah menuju warung nasi membawa parang untuk memotong daging, langsung menyerang korban dengan membacok tepat ke arah wajah. (sya)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement