Nasional
Usut Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Komnas HAM Terjunkan Tim Investigasi
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bakal menerjunkan tim investigasi untuk mengusut kerusuhan dugaan adanya pelanggaran HAM dalam tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan ratusan jiwa.
“Saya kira tragedi ini harus diusut tuntas, dari soal pelaksanaan pertandingan, aspek pengamanan sampai aspek-aspek teknis lainnya. Komnas HAM sedang mempertimbangkan untuk mengirim tim investigasi ke sana,” ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).
Beka menyebut, seharusnya ada regulasi yang harus dipatuhi bersama dalam penanganan kerusuhan di dalam stadion. Terutama regulasi ini harus dipatuhi aparat penegak hukum agar kejadian tersebut tak terulang.
Beka mengatakan, perlu ada kekhususan peraturan dalam pertandingan sepak bola. Kekhususan ini perlu dipatuhi oleh semua pihak, mulai dari suporter sepak bola, pemain, official, dan aparat keamanan. Dia bilang, hal ini untuk meminimalisasi risiko yang muncul.
“Saya kira ada kekhususan peraturan dalam stadion dan pertandingan sepakbola yang harus dipatuhi bersama, bukan hanya oleh pemain, official tetapi juga aparat keamanan untuk meminimalisir resiko yang muncul,” kata dia.
Dia turut menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya ratusan suporter sepak bola. Dia menyebut sudah lebih dari 127 orang meninggal dunia dalam tragedi kelam ini.
“Saya sebagai salah satu penggila bola ikut berduka atas jatuhnya korban di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sampai pagi ini informasinya sudah 153 orang yang meninggal dunia,” kata dia.
Sementara, penggunaan gas air mata oleh aparat penegak hukum saat melerai kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, disorot berbagai pihak.
Berdasarkan aturan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA), aparat penegak hukum tidak diizinkan untuk menggunakan gas air mata di stadion. Komnas HAM bakal mendalami aturan hingga prosedur penggunaan gas air mata tersebut.
Apalagi, ada dugaan tewasnya ratusan orang pasca laga pertandingan Arema FC versus Persebaya tersebut karena sesak nafas usai polisi menembakkan gas air mata. (*)
Sumber: Berbagai sumber

You may like

Komnas HAM Khawatir Terjadi Ketidaknetralan Pada Penyelenggara Pemilu 2024

Komnas HAM: Perbatasan Kalbar Rawan Pidana Perdagangan Orang

20 TKI Disekap di Myanmar, Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang

Komnas HAM Tidak Ingin Kasus Ratusan Petugas KPPS Meninggal Terulang di Pemilu 2024

Komnas HAM akan Kawal Penerapan KUHP agar Tak Melanggar HAM

Liga Sepak Bola Indonesia Dilanjutkan Pascatragedi Kanjuruhan
Pos-pos Terbaru
- Viral Jalan Kaki 3 Km Lintasi Jalan Berbatu Ke Sekolah, Karawang Peduli Berikan Dua Unit Sepeda Gowes
- BREAKING NEWS: Wakil Bupati PALI dan Kepala Dinas PU Diamankan Kejati Sumsel Terkait Dugaan Suap Proyek
- Tak Berkutik Saat Digerebek, Mahasiswa Pelaku Curanmor Diamankan Bersama Barang Bukti di Kamar Kos
- Dukung Pasokan Darah di Karawang, Pupuk Kujang Gelar Donor Darah Massal ielang HUT ke-51
- Microbus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Polres Karawang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa






