Connect with us

Nasional

Pemerintah Siapkan Skenario Penanganan Kondisi Darurat karena Omicron

Published

on

INFOKA.ID – Pemerintah tengah menyiapkan skenario dalam menangani potensi lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron.

“Pemerintah menyiapkan langkah-langkah forward looking, bahasa tentaranya kontingensi, tindakan-tindakan darurat manakala itu terjadi,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (20/12/2021).

Skenario penanganan itu diterapkan berdasarkan perubahan jumlah kasus harian, tingkat perawatan di rumah sakit, dan tingkat kematian.

Pemerintah akan mulai mengetatkan aturan saat kasus harian mencapai 500. Kemudian, jika kasus 1.000 kasus per hari, pembatasan akan ditingkatkan kembali. Tingkat tertinggi pembatasan akan dilakukan saat kasus mencapai 2.700 per hari.

“Kami threshold 10 juta penduduk per hari, atau 2.700 kasus per hari. Tetapi kami akan mulai pengetatan ketika kasusnya melebihi 500 dan 1.000 kasus per hari. Pengetatan lebih jauh akan dilakukan ketika tingkat perawatan RS dan tingkat kematian di nasional maupun provinsi kembali mendekati threshold level 2,” kata Luhut.

Luhut mengatakan pemerintah akan terus mengawasi pergerakan masyarakat, terlebih menjelang libur Natal dan tahun baru. Dia juga menyoroti jumlah wisatawan yang naik cukup signifikan dibanding pekan lalu.

Selain itu, pemerintah juga telah melarang kedatangan warga negara asing dari 11 negara. Pemerintah menambah tiga negara baru dalam daftar tersebut.

“Pemerintah menambah UK, Norwegia, dan Denmark dan menghapus Hong Kong dalam daftar tersebut,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan pengetatan aturan kedatangan dari luar negeri. Luhut bilang pemerintah mempertimbangkan perpanjangan karantina dari 10 hari menjadi 14 hari.

“Kami memutuskan dalam rapat tadi, sangat mempertimbangkan, saya ulang sangat mempertimbangkan meningkatkan masa karantina menjadi 14 hari jika penyebaran varian Omicron meluas,” tuturnya.

Luhut mengingatkan pandemi Covid-19 belum usai. Karena itu, ia meminta keadaan tak diperparah dengan kelalaian dalam menerapkan protokol kesehatan dan euforia berlebihan karena terjadi penurunan kasus.

“Masyarakat tolong perhatikan ini. Tak ada urusan suku, pangkat, apa semua, ini kita semua sama dengan penyakit ini. Kalau tak kompak, kita bisa jadi korbannya. Saya mengajak kita semua berdoa dan melakukan yang terbaik,” kata dia.

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement