Regional
Pangandaran Mulai Buka Objek Wisata Secara Bertahap, Masih Uji Coba
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah membuka pariwisata secara bertahap objek wisata mulai hari Jumat (3/9/2021).
Dalam surat edaran yang dikeluarkan dan ditandatangani Bupati Pangandaran pada 2 September 2021, pemerintah menekankan, protokol kesehatan harus dipatuhi dengan ketat. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, sebelumnya sudah digelar uji coba dengan melakukan penyekatan di perbatasan Kalipucang. Namun, terjadi dinamika karena ada pejalan umum yang terganggu.
”Maka, sekarang kita coba rekayasa seluruh ruas jalan yang ada di kawasan wisata sambil melihat potensi yang kita miliki. Sehingga, tidak terjadi ketimpangan antara pantai barat dan pantai timur,” kata Jeje, seperti dilansir dari Pikiran-Rakyat.com, Sabtu (4/9/2021).
Jeje mengatakan, untuk pintu masuk atau toll gate pantai timur, untuk wisatawan domestik atau untuk warga Pangandaran.
Kendaraan pengunjung dari luar Pangandaran difokuskan melalui jalur pintu masuk utama. Dugaan adanya pelanggaran protokol kesehatan, kata Jeje, bisa saja terjadi.
Para pelaku wisata sudah berkomitmen dengan pemerintah daerah untuk menaati protokol kesehatan.
”Yang paling penting pakai masker dan mau divaksin. Kalau melanggar, ya kita tu – tup lagi objek wisatanya,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Wahyu Broto Narsono Adhi memprediksi bakal terjadi lonjakan pengunjung setelah dibukanya objek wisata di Pangandaran.
Untuk mengantisipasi terjadinya pe num pukan wisatawan di objek wisata, kepolisian sedang melakukan kajian di sejumlah ruas jalan kawasan objek wisata.
”Kami menindaklanjuti apa yang diputuskan oleh Forkopimda Pangandaran dengan memberikan dukungan kepada Bupati Pangandaran untuk membuka objek wisata. Soalnya, kasus Covid-19 di Pangandaran sudah menurun,” kata Wahyu Broto.
Langkah pertama, kata dia, kepolisian mencoba melihat permasalahan yang terjadi di Pangandaran terutama permasalahan di Pantai Timur dan Pantai Barat Pangandaran.
”Kami melihat data-data yang ada sebelumnya. Ternyata konsentrasi pengunjung ada di satu titik, yakni di Pantai Barat,” ujarnya.
Untuk itu, Wahyu mencoba memecah konsentrasi pengunjung wisata dengan memanfaatkan sarana dan fasilitas yang ada di kawasan objek wisata.
”Salah satu upaya untuk penguraian pengunjung adalah membuat lintasan satu arah utama sehingga wisatawan bisa melihat ada spot lain,” ujarnya.
Selain itu, penyekatan tetap dilakukan secara terbatas yaitu dengan menghitung jumlah wisatawan yang ada di dalam kawasan objek wisata.
”Caranya, kami memisahkan pintu masuk dan pintu keluar. Jadi, kami bisa mengetahui secara real time jumlah wisatawan yang berada di dalam,” ujar Wahyu. (*)


You may like

Polres Purwakarta Lakukan Berbagai Upaya Untuk Amankan Objek Wisata

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi

Waspadai Covid-19, Pemprov Jabar Imbau Warga Kembali Terapkan Prokes

Pengedar Uang Palsu di Pangandaran Ditangkap Polisi, Dibeli Secara Online dari Pasuruan
Pos-pos Terbaru
- BREAKING NEWS: Wakil Bupati PALI dan Kepala Dinas PU Diamankan Kejati Sumsel Terkait Dugaan Suap Proyek
- Tak Berkutik Saat Digerebek, Mahasiswa Pelaku Curanmor Diamankan Bersama Barang Bukti di Kamar Kos
- Dukung Pasokan Darah di Karawang, Pupuk Kujang Gelar Donor Darah Massal ielang HUT ke-51
- Microbus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Polres Karawang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
- Brits Hotel Karawang Hadirkan Cars Worldwide Carmeet 2026, Satukan Komunitas Otomotif, UMKM, dan Lifestyle dalam Satu Event Kolaboratif






