Connect with us

Regional

Organisasi Pemuda Islam dan Kristen Gugat Holywings Sebesar Rp 35,5 Triliun

Published

on

INFOKA.ID – Holywings kembali digugat sebesar Rp 35,5 triliun buntut promo minuman beralkohol gratis untuk pemilik nama Muhammad dan Maria.

Gugatan tersebut diadukan oleh Organisasi kepemudaan Islam dan Kristen, Aliansi Pemuda Nusantara ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ketua Umum Aliansi Pemuda Nusantara, Pangeran Negara mengatakan uang sebesar itu untuk menebus kerugian akibat dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Holywings.

Pangeran menjelaskan dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings adalah kasus pertama di Indonesia yang bernilai komersial atau memiliki keuntungan.

Dengan promo tersebut, dikatakannya Holywings mampu meraup keuntungan di balik dugaan penistaan agama nama Muhammad dan Maria.

“Yang mana uang tersebut akan kami pergunakan untuk membangun rumah ibadah seluruh umat beragama di Indonesia,” kata Pangeran dilansir Antara, Jumat (1/7/2022).

Pangeran menyebutkan umat Islam dan Kristen mengalami kerugian akibat dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Holywings, sehingga Aliansi Pemuda Nusantara mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action).

Selain materiel, Pangeran menyebutkan perbuatan Holywings menimbulkan kerugian imateriel, sehingga dugaan tindak pidana tidak hanya dituduhkan kepada enam karyawan yang telah berstatus tersangka oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

“Tapi kami juga meminta pihak manajemen dalam hal ini juga para pemegang saham untuk bertanggung jawab juga,” tutur Pangeran.

Pangeran mengungkapkan enam karyawan Holywings yang menjadi tersangka merupakan korban sebagai sikap lepas tanggung jawab manajemen perusahaan.

Hal lain menurut Pangeran, pihak manajemen harus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena menodai dan menistakan umat Islam dan Kristen.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan operasional 12 gerai Holywings di Ibu Kota sudah tidak bisa buka lagi karena izin usahanya sudah dicabut.

“Seolah-olah bisa dibuka kembali. Holywings sudah dicabut izinnya, tidak bisa dibuka,” kata Riza meluruskan pernyataan sebelumnya di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Sebelumnya pada Selasa (28/6), Riza menyebut Holywings masih memungkinkan untuk buka kembali sejauh persyaratan izin yang dibutuhkan dapat dipenuhi sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. “Sejauh persyaratan izin-izinnya dapat dipenuhi sesuai dengan aturan ketentuan, ya siapa saja yang punya usaha diperbolehkan,” kata Riza.

Pemerintah Provinsi DKI sebelumnya menemukan pelanggaran soal perizinan di antaranya penjualan minuman beralkohol yang hanya bisa dibawa pulang.

Namun, hasil temuan petugas, tempat hiburan dan bar malam itu menyajikan minum minuman beralkohol di tempat.

Temuan tersebut berawal dari kasus promosi minuman beralkohol dengan menyinggung nama atau ciri khas agama tertentu

Polda Metro Jaya sebelumnya menetapkan enam tersangka dari pegawai Holywings yang diduga membuat konten promosi tersebut.

“Itu kan kasusnya berawal dari penistaan agama, prosesnya udah sampai di Polda, sudah enam tersangka ditahan dan juga ditemukan adanya pelanggaran izin-izin yang belum dipenuhi,” imbuh Riza.

Ia pun akan memperketat pengawasan dan evaluasi usaha serupa di Jakarta.

“Kami minta seluruh jajaran melakukan evaluasi, ‘monitoring’ lebih ketat lagi,” katanya. (*)

Sumber: Antara

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement