Connect with us

Nasional

Mulai 1 Januari 2022, Minyak Goreng Curah Bakal Hilang dari Peredaran

Published

on

INFOKA.ID – Pemerintah akan menyetop peredaran minyak goreng curah di pasaran mulai tanggal 1 Januari 2022 mendatang.

Pemerintah mengeluarkan peraturan baru Tentang Minyak Goreng Sawit Wajib Kemasan melalui Permendag Nomor 36 Tahun 2020. Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh Kementrian Perdagangan pada Kamis (2/3/2021).

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, kebijakan tersebut ditempuh untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga di komoditas minyak goreng dan dapat membantu stabilisasi harga, bahkan mendorong industri di daerah tumbuh.

Dia mengatakan harga minyak goreng curah cenderung berfluktuasi mengikuti harga Crude Palm Oil (CPO) internasional.

“Minyak goreng curah ini kan bergantung pada Crude Palm Oil (CPO), ketika CPO naik maka minyak goreng curah juga langsung naik. Makanya pemerintah sudah mengantisipasi dengan tidak mengizinkan diedarkan mulai dari 1 Januari 2022 nanti,” kata Oke dalam diskusi vidtual beberapa waktu lalu.

Sedangkan minyak goreng kemasan mempunyai kemampuan untuk disimpan “storable”, sehingga ketersediaannya dapat dikendalikan.

Selain itu, minyak goreng kemasan dapat menjamin konsumen mendapatkan haknya untuk memperoleh informasi produk yang dikonsumsi serta terjamin kesehatan dan kehalalannya.

Minyak goreng kemasan juga dapat membantu tumbuhnya industri di daerah serta membuka lapangan kerja baru.

Lebih lanjut ia menambahkan, tingkat kebutuhan minyak goreng curah sangatlah tinggi. Berdasarkan catatan Kemendag, kebutuhan akan minyak goreng curah mencapai lima juta liter dalam setahun.

Sementara jumlah produksinya mencapai 9,5 juta. “Memang kalau kita gabungkan kebutuhan minyak goreng curah untuk kebutuhan rumah tangga dan industri itu kita masih mengizinkan untuk diedarkan mendekati 67 persen,” kata Oke.

Namun menjelang hilangnya minyak goreng curah dari peredaran dan masyarakat diwajibkan untuk menggunakan minyak goreng dalam kemasan membuat para pedagang dan konsumen semakin kerepotan.

Pasalnya, minyak goreng curah dan minyak goreng dalam kemasan harganya kini semakin melambung tinggi, sama-sama naik dan tidak jauh berbeda sama sekali. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement