Nasional
Menristek Beberkan 5 Fokus Inovasi Riset Pemerintah untuk Menuju Indonesia Emas 2045
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengungkap lima fokus riset nasional di bidang inovasi riset dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kelima fokus tersebut terdiri dari green economy (ekonomi hijau), blue economy (ekonomi biru), teknologi digital, pariwisata dan kesehatan.
Menurut Nadiem, kelima fokus ini bukan lagi merupakan pilihan inovasi, melainkan sudah menjadi kewajiban agar Indonesia semakin maju.
Pertama, ia menyebutkan aspek green economy, yakni terkait perubahan iklim dan struktur energi.
“Jadi green economy akan menjadi salah satu fokus dari renewable energy kita, transisi kepada energy efficiency,” kata Nadiem dalam acara “Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2021” yang disiarkan secara virtual, Selasa (10/8/2021).
Terkait green economy, ia mengatakan fokus riset akan berkutat seputar perubahan iklim dan transisi energi terbarukan.
“Bergerak keluar dari fosil fuel dan akan menjadi dan memitigasi dampak-dampak dari perubahan iklim yang terburuk,” imbuhnya.
Kedua, aspek blue economy yang berkaitan dengan ekonomi maritim. Nadiem mengatakan, Indonesia memerlukan inovasi peningkatan manfaat ekonomi khususnya bagi masyarakat pesisir di Tanah Air.
Selanjutnya, aspek teknologi digital, khususnya transformasi digital yang meliputi digitalisasi, pengembangan artificial intelligence hingga software engineering.
Menurut Nadiem, inovasi dalam aspek teknologi digital akan mengubah total mekanisme di berbagai bidang, di antaranya industri, pemerintahan, dan manajerial secara umum.
“Itu akan jadi area fokus agar kita tidak ketinggalan dunia yang lain dan ini kesempatan kita untuk leapfrog (melompat),” ucap Nadiem.
Keempat, adalah aspek pariwisata. Nadiem menekankan Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa dalam pariwisata.
Sayangnya, menurut dia, pencapaian Indonesia di aspek pariwisata masih rendah dibandingkan negara lain yang tidak memiliki kekayaan seperti Indonesia.
“Jadi gap ini harus kita tutup,” tegas Nadiem.
Terakhir, Nadiem menyorot inovasi dan kemandirian di bidang teknologi Kesehatan, di antaranya terkait vaksin, biotech, serta gene therapy.
Ia mengatakan pandemi Covid-19 telah menunjukkan betapa pentingnya riset dan kemandirian dalam bidang kesehatan.
“Dan bagaiamana kita mengakselerasi kemandirian kita, dan agar kita terus melompat leapfrog dalam berbagai macam teknologi,” kata dia. (*)


You may like

Kemendikbudristek Bakal Hapus Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA di Kurikulum Merdeka

Data PDNS 2 Terserang Ransomware, Pencairan KIP Kuliah Terpaksa Dilakukan Manual

Banyak Guru Terjerat Pinjol, Kemendikbudristek Tingkatkan Literasi Keuangan

Kemendikbudristek Tetapkan 40.541 Formasi CPNS dan PPPK 2024

Kemendikbudristek Hapus Pramuka dari Daftar Ekskul Wajib di Sekolah

Kemendikbudristek Resmi Terapkan Kurikulum Merdeka Secara Nasional
Pos-pos Terbaru
- Bikin Bangga! Elfian Pratama, Bocah Asli Rengasdengklok Karawang Borong Trofi Juara dan Gelar Best Player
- Kondisi Gelap Gulita di Malam Hari, SMPN 3 Rengasdengklok Rawan Pembobolan dan Butuh Penerangan Jalan Umum
- Enam Tahun Berturut-turut, AKP Hasanuddin Bahar Kembali Jadi Komandan Upacara Bendera HUT ke-81 RI di Karawang
- Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Karawang Berlangsung Khidmat dan Kondusif
- Pertandingan Piala Soeratin U17 PSSI Karawang 2026 Berlangsung Aman dan Kondusif






