Nasional
IDI Sebut Gelombang Tiga Covid-19 Mungkin Sudah Lewat
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 sudah dilalui Indonesia.
Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi mengatakan prediksi itu kemungkinan benar jika pada Desember mendatang tak ada lonjakan kasus Covid-19.
Artinya, menurut Adib, gelombang ketiga sudah terjadi pada Juli lalu.
“Kita tentunya melihat dalam 3 bulan ke depan nanti sampai di Desember semoga tidak ada peningkatan. Kalau sampai bulan Desember tidak ada peningkatan sepertinya kita sudah mengalami gelombang ketiga,” kata Adib dalam webinar Tim Mitigasi IDI, Sabtu (16/10/2021) kemarin.
Adib mengatakan, ada beberapa prediksi yang menyebutkan bahwa kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 sebenarnya terjadi pada Juli 2021, sementara gelombang kedua terjadi pada Agustus tahun lalu.
Namun Adib tak merinci kapan gelombang pertama Covid-19 terjadi di Indonesia berdasarkan catatan Tim Mitigasi IDI.
“Beberapa pakar berbeda pendapat sebenarnya kita sudah melalui gelombang ketiga. Karena gelombang 2 sudah masuk Agustus tahun lalu. Jadi di bulan Juli kemarin sudah masuk gelombang 3,” ujar Adib.
Meski demikian, Adib meminta setiap tenaga kesehatan tetap waspada dan meningkatkan perlindungan diri. Menurutnya, dengan persiapan yang matang, risiko terburuk berupa banyaknya tenaga kesehatan berguguran bisa dihindari.
“Kami yakin, jika kita tetap menjaga kewaspadaan, mudah-mudahan tidak ada lagi teman sejawat, guru-guru kita yang meninggal saat terjadi lonjakan kasus nanti,” tuturnya.
Sebelumnya, beberapa ahli epidemiologi memprediksi kemungkinan Indonesia bakal menghadapi gelombang ketiga Covid-19 pada akhir tahun imbas dari libur panjang Natal dan tahun baru.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan ancaman gelombang ketiga Covid-19 juga bisa terjadi dikarenakan faktor kemunculan varian baru.
Di tengah prediksi kemunculan gelombang ketiga, Kemenkes juga mewanti-wanti potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat menurunnya capaian imunisasi rutin di Indonesia. Pasalnya, cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia terus menurun sejak pandemi Covid-19. (*)

You may like

Sharp Indonesia Bersama Ikatan Dokter Indonesia Sosialisasikan Pentingnya Udara Sehat Dalam Ruangan

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi

Waspadai Covid-19, Pemprov Jabar Imbau Warga Kembali Terapkan Prokes

BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Pasien Covid-19 Sesuai Indikasi Medis
Pos-pos Terbaru
- Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat
- Pemuda Pancasila Siap Dukung & Sukseskan Musda Partai Golkar
- Bukan dari PHE ONWJ, Hasil Labfor Ungkap Ceceran Minyak di Pesisir Karawang Tak Identik
- Pemkab Karawang Luncurkan Program Serap Naker Warga Desil 1 – 3
- Paska Pelantikan, Pisah Sambut Kepala KUA Telagasari Berlangsung Khidmat







