Connect with us

Nasional

HOAKS! Beredar Narasi Vaksin Sinovac di Indonesia Telah Dipasangi Chip

Published

on

INFOKA.ID – Di media sosial, beredar narasi bahwa vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia telah dipasangi chip.

Dalam klaimnya, pengunggah menyebut pemasangan chip di vaksin Sinovac tersebut digunakan untuk memantau rakyat Indonesia. Kemudian, diklaim juga bahwa rakyat akan dibuat seperti robot.

Dilansir dari Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi ini tidak benar alias hoaks.

Sejumlah akun media sosial Facebook menyebarkan narasi bahwa vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia telah dipasangi chip.

Salah satunya, yakni akun Facebook Supriadi Cut Aloh Putra pada Selasa (19/1/2021).

“Rakyat Indonesia dipantau dengan menggunakan chip pada vaksin sinovac, jelas ini sebuah misi yang terstruktur, sistematis, dan masif. Rakyat terus dibuat seperti robot dengan misi – misi tertentu, hak privasi rakyat tidak diakui oleh negara dan negara bertindak sewenang – wenang dalam menjalankan kekuasaannya,” tulisnya.

Kemudian, akun Facebook Sajak Kerinduan juga menyebarkan narasi yang serupa pada Senin (18/1/2021).

Dikatakannya, adanya chip yang ditanamkan di dalam vaksin tersebut dijelaskan sendiri oleh Erick Thohir yang tak lain adalah Menteri BUMN.

“MANUSIA KAYAK JADI ROBOT Terima kasih pak …..! Pencerahannya Eric tohir membuka tentang vaksin covid-19 dengan sangat terbuka menjelaskan ada chip yg di tanamkan dalam vaksin. Itu arti nya, setelah kita di suntik vaksin kita akan di kontrol se umur hidup,” tulis narasi dari akun Sajak Kerinduan.

Dia mengunggah klaim itu dengan sebuah video wawancara Najwa Sihab dengan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi angkat bicara.

Nadia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

“Itu jelas hoaks, tidak benar,” ujar Nadia, Rabu (20/1/2021).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga juga membantah kabar mengenai adanya chip di dalam vaksin Covid-19 yang akan disuntikan ke masyarakat Indonesia.

Menurut Arya, nantinya tiap botol vaksin akan disertakan barcode. Barcode itu bertujuan untuk mengetahui distribusi vaksin dari tempat produksi hingga nantinya disuntikkan ke masyarakat.

“Pasti yang menyebarkan ini hoaks ya, memelintir informasi. Yang dimaksud Pak Erick itu adalah bahwa yang namanya barcode vaksin itu, itu terdata supaya tidak ada barcode yang palsu. Misalnya, vaksin yang satu ini punyanya si A. Jadi ketahuan datanya gitu loh, jadi semuanya ada barcode-nya,” ujar Arya, Senin (18/1/2021).

Kemudian, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga membantah ada chip yang ditanamkan dalam vaksin Covid-19.

Ia menegaskan bahwa kabar penanaman chip dalam vaksin virus corona itu tidak benar atau hoaks.

“Pada kesempatan ini saya tegaskan bahwa berita itu adalah berita bohong atau hoaks. Tidak ada chip di dalam vaksin,” kata dia, Selasa (19/1/2021).

sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menjamin Vaksin Sinovac yang digunakan oleh pemerintah untuk mengatasi covid-19 di dalam negeri tidak berisi chip. Vaksin hanya mengandung virus yang telah dimatikan (inactivated).

Hal tersebut disampaikannya kala memantau vaksinasi untuk tenaga kesehatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta.

“Ada isinya dan engga ada chip. Engga ada kan?” ucap Erick dikutip dari rilis, Selasa (19/1).

Di kesempatan itu, Erick mengaku belum divaksinasi. Dia juga belum dapat memastikan kapan akan mendapat giliran disuntik.

“Saya masih tunggu giliran. Nanti kan ada gilirannya, InsyaAllah bisa hari ini, bisa besok,” imbuh dia.

Erick mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meski program vaksinasi di dalam negeri sudah berjalan.

Protokol itu adalah 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Yang sudah dapat tetap protokol kesehatan yang utama, vaksin hanya salah satu tapi protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker cuci tangan,” kata Erick.

Seperti diketahui, program vaksinasi di Indonesia dimulai pada Rabu (13/1) lalu. Program diawali dengan penyuntikan vaksin kepada Presiden Jokowi. (*)

Sumber: Berbagai Sumber

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement