Connect with us

Daerah

Dituduh Meng-Covid-kan Jenazah, Sopir Ambulans di Kuningan Dipukul Warga

Diposting

pada

Dua warga Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat ditangkap Petugas kepolisian Kuningan.

Dua warga itu diketahui usai melakukan tindakan kekerasan terhadap sopir mobil ambulance RSUD 45 Kuningan saat membawa jenazah Covid-19 di desa setempat Selasa (28/6/2021) pagi.

Kapolsek Cibingbin IPTU Asep Alamsyah membenarkan bahwa penangkapan baru saja di lakukan terhadap dua warga tersebut.

“Iya Kang, barusan tadi Magrib. Kami menangkap dua warga yang di duga melakukan kekerasan terhadap sopir ambulan rumah sakit umum,” kata Asep seperti dikutip dari TribunJabar.id, Selasa (29/6/2921).

Asep mengatakan, sebelumnya sopir ambulan itu melakukan pelaporan atas dugaan tindak kekerasan oleh warga Desa Sukarapih saat membawa pasien Covid-19 di desa tersebut.

“Untuk permasalahannya, sopir kena pukulan warga sehingga menimbulkan luka memar. Korban mengaku tindakan kekerasan yang diterimanya terjadi saat proses pengantaran jenazah.”

“Setelah itu korban langsung melakukan visum ke Puskemas dan datang ke Polsek untuk bikin laporan atas kekerasan yang dialami,” katanya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, dr Deki Saefullah mengatakan, untuk kronologi singkat bahwa petugas sopir ambulan ini dituduh telah meng-covid-kan pasien meninggal tersebut.

Kejadian itu saat sopir mengantar pasien Covid-19 meninggal ke rumah duka keluarga yang meninggal tersebut.

“Ya, informasi kami terima. Sopir kami di tuduh meng-covid-kan warga meninggal tersebut. Padahal, itu benar meninggal Covid-19 setelah sebelumnya mendapat perawatan medis dan pasien meninggal itu memiliki riwayat penyakit paru-paru,” katanya.

Adanya kejadian, kata Deki mengaku sangat prihatin dengan sikap warga terhadap tim medis dalam melakukan penanganan Covid-19 di Kuningan.

“Kami sangat prihatin, jelas kami disini lagi kerja keras melakukan penanganan pasien Covid19. Malah ada warga lakukan tindak tidak terpuji pada tim medis,” katanya. (*)

Tinggalkan pesan

Balas Pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement