Connect with us

Nasional

BKN Sebut Jumlah PNS Akan Turun Drastis, Lebih Banyak PPPK

Published

on

INFOKA.ID – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan, ke depan jumlah pegawai negeri sipil (PNS) akan terus berkurang drastis di masa mendatang. Birokrasi nantinya akan lebih banyak diisi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Ke depan, bayangan saya, PNS ini akan turun drastis. Yang banyak adalah PPPK,” kata Plt Ketua Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana di kanal Youtube ASNPelayanPublik dikutip Senin (25/7/2022).

Ia memaparkan saat ini saja jumlah PNS sudah berkurang banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bima mengungkapkan dari 4,5 juta orang, kini ada 3,9 juta orang PNS. Sementara, PPPK saat ini berjumlah 351 ribu orang.

Bima menjelaskan, jumlah PPPK akan lebih banyak karena mereka akan menempati jabatan pelayanan publik di setiap instansi pemerintah. Sedangkan PNS jumlahnya sedikit karena hanya dibutuhkan untuk mengisi jabatan pembuat kebijakan.

Komposisi seperti itu, kata dia, sudah diterapkan di banyak negara. Secara internasional, pembagian tersebut menggunakan terminologi civil servant (PNS) dan government worker (PPPK).

Salah satu negara yang sudah menerapkan komposisi lebih dominan PPPK itu adalah Amerika Serikat (AS). Bima mengatakan, jenis pekerjaan seperti pemadam kebakaran, polisi, pekerja sosial, dan guru di Negeri Paman Sam itu semuanya diisi PPPK.

“Di Amerika itu, police, social workers, teachers, health workers itu PPPK. Di Australi dan New Zealand malah semuanya PPPK,” kata Bima.

“Mereka hanya mengerjakan pekerjaan berdasarkan project base, kalau sudah selesai mereka bisa keluar atau melanjutkan di project yang lain,” imbuhnya.

Untuk diketahui, upaya pemerintah membuat komposisi PPPK lebih banyak dari pada PNS itu tampak dalam komposisi CASN tahun 2022 ini. Pemerintah diketahui hanya akan membuka formasi untuk PPPK saja, yakni 1 juta guru. Sedangkan lowongan PNS tidak ada. (*)