Connect with us

Daerah

Tolak Kenaikan UMK 2022, Buruh Cirebon Ancam Mogok Kerja Pekan Depan

Diposting

pada

INFOKA.ID – Buruh di Kabupaten Cirebon menolak kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022 yang hanya 0,4 persen dibanding 2021.

Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya, M Machbub, mengatakan, UMK yang naik hanya Rp 10.426 itu telah menyayat hati para buruh.

Karenanya, pihaknya mengancam akan mogok kerja pada pekan depan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022.

“Kami akan mengikuti aksi mogok kerja secara nasional pada 6-8 Desember 2021,” kata M Machbub dilansir TribunJabar.id, Jumat (3/12/2021).

Ia mengatakan, aksi mogok kerja tersebut bakal diikuti dua juta buruh di seluruh Indonesia sebagai bentuk penolakan terhadap kenaikan UMK 2022.

Aksi itu dilatarbelakangi kekecewaan terhadap pemerintah yang menjadikan PP Nomor 36 Tahun 2021 sebagai landasan dalam menetapkan UMP dan UMK.

“Kenaikan UMK seharusnya tidak hanya mempertimbangkan nilai inflasi, tapi juga termasuk hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) sesuai Permenaker Nomor 18 Tahun 2020,” ujarnya.

Machbub mengakui, pada mulanya buruh di Kabupaten Cirebon menginginkan kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022 sebesar 10 persen.

Namun, setelah MK mengeluarkan putusan UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat para buruh hanya meminta UMK naik 4-5 persen.

Ia menilai, dalam kondisi saat ini pemerintah terlalu memaksakan menggunakan UU tersenut yang dinyatakan inkonstitusional oleh MK.

“Tuntutan kenaikan UMK dari kami berada di angka Rp 113 ribu, tapi sekarang hanya 0,4 persen atau Rp 10 ribu, ini tidak manusiawi,” katanya. (*)

Advertisement
Tinggalkan pesan

Balas Pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement