Connect with us

Regional

Tak Tahan Menjanda dan Ingin Penuhi Kebutuhan Biologis, Perempuan Ini Minta Ibu Carikan Pelanggan

Published

on

INFOKA.ID – Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka mengungkap kasus prostitusi online. Ternyata prostitusi online ini melibatkan ibu dan anak kandungnya. Sang ibu berperan sebagai munckari. Dan anaknya sebagai penjaja cinta.

Anaknya ini merupakan janda muda yang sudah dua kali menikah tapi akhirnya kandas.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan lebih mendalam mengenai kasus ini. Ternyata perbuatan teganya TA kepada anaknya tersebut atas dasar permintaan dari sang anak.

“Ya, setelah didalami, Y ternyata yang meminta kepada ibunya untuk ditawarkan ke para pria hidung belang tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP Siswo DC Tarigan, Senin (5/4/2021).

Kepada polisi, TA mengaku, anaknya tersebut frustasi karena gagal dalam menjalani hubungan rumah tangga sebanyak dua kali.

Kebutuhan seskualnya yang perlu dipenuhi memaksa Y meminta kepada ibunya untuk menawarkan ke para pria hidung belang.

“Anaknya ini sudah dua kali menjanda. Bisa dibilang nikah dua kali tapi gagal,” ucapnya.

Mengetahui adanya kesempatan meraup keuntungan dari anaknya, TA lalu menawarkan anak kandungnya tersebut dengan cara mengirim foto-foto anaknya di aplikasi WhatsApp.

Dari situlah, semenjak dua tahun lalu bisnis haram itu berjalan.

“Selain anaknya itu banyak wanita lainnya yang ditawarkan oleh TA. Tapi karena saat penangkapan ada Y di dalam kamar dengan seorang pria, ternyata ketika didalami itu anaknya,” ujar dia.

Sementara, anaknya masih menjadi saksi dalam bisnis prostitusi online tersebut.

“Tersangka ini menawarkan wanita secara daring, mengirimkaj foto-foto kepada pelanggannya dengan memasang tarif 400 sampai 500 ribu (rupiah), termasuk anak kandungnya itu,” ujar dia.

Kepada polisi TA mengaku nekat melakukan bisnis prostitusi online itu lantaran terhimpit masalah ekonomi. Parahnya lagi, suami TA mengetahui perbuatannya.

“Tersangka ini masih berumah tangga, suaminya juga tinggal serumah. Dari pengakuannya tersangka sudah dua tahun melakukan bisnis prostitusi ini, alasannya karena faktor ekonomi,” katanya.

Akibat perbuatannya, TA dijerat Pasal 27 ayat 1 Jo pasal 45 ayat 1 Undang-undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara,” katanya.

Sumber: TribunJabar.id

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement