Nasional
Subvarian XBB dan BQ1 Dominasi Kasus Covid-19 di Indonesia, Totalnya 90 Persen
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapakan virus varian Covid-19 yakni XBB dan BQ.1 di Indonesia mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia hingga 90 persen.
Angka tersebut terungkap sejak 10 Oktober 2022. Angka ini merupakan hasil pemeriksaan dari 17.442 pasien yang saat ini tengah dalam perawatan di rumah sakit per periode 4 Oktober sampai 21 November 2022.
Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menyebut kedua subvarian itu paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.
Ribuan pasien tersebut terkonfirmasi bergejala sedang, berat dan kritis. Dari jumlah tersebut menunjukkan pasien yang sudah melakukan vaksin booster hanya 29 persen saja.
“Per tanggal akhir bulan November ini, di sini sudah terlihat XBB dan BQ.1 sudah 90 persen proporsinya dari 100 persen,” kata Syahril dalam konferensi pers, Jumat (2/12/2022).
Dua subvarian itu, menurut Syahril, menjadi penyebab kenaikan kasus Covid-19 beberapa pekan terakhir. Selain itu keduanya disebut memiliki kemampuan penularan cepat namun tidak menyebabkan perburukan gejala klinis.
Lebih lanjut, Syahril mengatakan pihaknya telah mengeluarkan instruksi baru agar dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota hingga rumah sakit rujukan pasien virus corona untuk melakukan pemeriksaan WGS bagi pasien Covid-19 di ICU yang hasil Cycle Threshold (CT) dari tes PCR bernilai kurang dari 30.
Ketentuan itu tertuang melalui SE Nomor HK.02.02/III/3741/2022 tentang Percepatan Penanggulangan Kasus Virus Corona Disease (Covid-19) Varian Baru Omicron Sub Variant XBB, yang diteken oleh Plt. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami.
Lebih lanjut, Syahril juga mengonfirmasi bahwa puncak gelombang yang disebabkan kedua subvarian ini sudah mencapai puncak. Ia menyebut puncak gelombang kali ini tak setinggi gelombang sebelumnya.
“Alhamdulillah untuk puncak terakhir ini tidak tinggi banget, bahkan kita hanya 8.000an berhenti saja di 5.000 sekarang,” ujar Syahril. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com
You may like

Kemenkes Siapkan Rp 30 Triliun untuk Pengadaan Alkes di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu

Kemenkes: Kasus Dengue Meningkat Dua Kali Lipat

Kemenkes Catat 94 Petugas Pemilu 2024 Meninggal Dunia, 13.675 Dirawat

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi
Pos-pos Terbaru
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!
- Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!







