Connect with us

Regional

Bukan Sekadar Seremonial, Gebyar Merdeka 2026 Sulap Ikon Palembang Jadi Panggung Seni Akbar

Published

on

PALEMBANG — Ikon kebanggaan warga Palembang, Jembatan Ampera, mendadak berubah fungsi menjadi pusat kreativitas dan ekspresi budaya yang meriah, Sabtu (29/8/2026).

Perubahan drastis ini merupakan bagian dari perhelatan akbar “Gebyar Merdeka” dalam rangka merayakan HUT RI ke-81 yang dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus mendatang.

​Pembukaan festival ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah serta tokoh masyarakat setempat, termasuk perwakilan organisasi Pemuda Panca Marga dan Pekat Sumatera Selatan. Kehadiran para tokoh ini menegaskan komitmen bersama untuk menghidupkan kembali ruang-ruang publik di Kota Palembang.

Ketua Pekat IB Sumsel, Ir. Suparman Romans, M.Si., mengungkapkan bahwa esensi perjuangan masa kini telah bergeser dari angkat senjata menjadi perang gagasan, pemikiran, and karya nyata.
​”Dulu perjuangan dilakukan dengan fisik, kini kita berjuang dengan pemikiran dan karya. Kami ingin menggerakkan minat dan potensi masyarakat Kota Palembang, khususnya pelajar SMP dan SMA, agar memiliki wadah untuk menyalurkan bakat,” tegas Suparman.

​Selama hampir dua pekan penyelenggaraannya, festival ini menyedot perhatian publik berkat deretan kompetisi menarik, seperti Karaoke Nusantara, tari kreasi, lomba baca puisi, hingga turnamen olahraga. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, area bawah Jembatan Ampera sukses disulap menjadi destinasi wisata rakyat yang dinamis.

​Di balik euforia perayaan tersebut, Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., menyampaikan pesan penting terkait isu lingkungan hidup. Ia mengapresiasi pemanfaatan ruang publik tersebut, namun mengingatkan bahwa kemerdekaan hari ini juga diuji oleh kepedulian terhadap kelestarian alam.

​Wali Kota menyoroti fluktuasi kualitas udara akibat kabut asap yang sempat melanda wilayah Sumsel. Meski kondisinya kini berangsur membaik pada angka indeks 158 (kategori tidak sehat dan berada di urutan ke-17), ia tetap mengimbau masyarakat untuk waspada serta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

​”Perjuangan pendahulu kita berat secara fisik, tantangan kita sekarang adalah menjaga lingkungan dan membangun peradaban melalui teknologi dan kreativitas,” pungkas Ratu Dewa sebelum secara resmi mendeklarasikan pembukaan Gebyar Merdeka 2026.

​Ajang ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan katalisator bagi elemen masyarakat lain untuk terus mendongkrak kreativitas, merawat nasionalisme, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan demi Palembang yang lebih sejahtera. (Syaiful Jabrig)