Regional
Ratusan Buruh Geruduk Kantor Gubernur Sumsel, Sampaikan 6 Tuntutan
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
PALEMBANG – Lebih dari 300 buruh yang terhimpun dari empat kabupaten kota Sumatera Selatan antara lain Kabupaten Lahat, Pali, Muara Enim, dan Pagar Alam menamakan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( KSPSI) 1973 mendatangi Kantor Gubernur Sumatra Selatan untuk menyampaikan 6 tuntutan agar Gubernur Herman Deru dapat membantu menyelesaikan permasalahan hak buruh PT Sarwa Karya Wiguna yang belum diselesaikan, pada Senin (12/4/2021).
Pasalnya, setelah beberapa kali melakukan pertemuan dan mediasi antara pimpinan PT. Sarwa Karya Wiguna dengan ketua KSPSI Saryono Anwar S.sos dan para Perwakilan pekerja untuk menyelesaikan permasalahan tersebut belum juga mendapatkan titik temu terang.
“Kami mengadakan aksi damai mendatangi kantor gubernur ini untuk meminta agar Gubernur Sumsel Herman Deru dapat membantu kami menindak lanjuti penyelesaian permasalahan kami, itu adalah hak para pekerja yang harus di bayarkan,” ucap ketua KSPSI Saryono.
Permasalahan antara pekerja dan PT. Sarwah Karya Wiguna yang pensiunan para pekerja tidak di bayarkan, perusahaan tersebut merupakan anak cabang dari Pusat Listrik Negara (PLN) yang merupakan termasuk di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang seharus nya jika ada pekerja yang pensiun maka dana pensiun tersebut harus di bayarkan.
Adapun enam tuntutan para pekerja adalah:
1. Segera bayarkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
2. Usut tuntas para Oknum PT Sarwa Karya Wiguna.
3. Tangkap dan penjarakan pimpnnan perusahaan.
4. Hak buruh di kebiri.
5. Kembalikan hak buruh
5. Cairkan DPLK.
Perwakilan pihak gubernur yang di wakili oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumsel Koimudin menyampaikan bahwapihaknya menerima aksi dari serikat pekerja seluruh Indonesia 1973 dan tentunya akan secepat mungkin untuk memproses dan memanggil pihak perusahaan PT Sarwa Karya Wiguna.
“Kita akan memanggil pihak perusahaan yang belum membayarkan dana pansiunan dan kalau ada pidananya kita akan usut,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Nasional Coruption Watch (DPW NCW) Sumsel meminta gubernur dapat memfasiltasi penyelesaian dari pihak buruh.
“Saya meminta kepada Gubernur Sumsel, dapat mempasilitasi penyelesaian Hak para buruh sebagaimana permintaan dalam tutuntan para pekerja,” tegasnya. (sya)


You may like

Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern

Akselerasi 15 Program Aksi Kemenimipas, 39 Pejabat Manajerial Sumsel Resmi Dilantik

Lautan Manusia di Car Free Night Atmo: Atraksi KORMI Palembang Pukau Pengunjung

“Seperti Desa Tertinggal!”Terisolasi! Listrik Lumpuh & Sinyal Putus, Desa Rantau Kroya Kembali ke Zaman Kegelapan!

Syaiful Terpilih Aklamasi Pimpin Perssoci Palembang, Siap Bangkitkan Geliat Street Soccer

Pastikan Kekuatan Utuh 100%, Brigjen TNI Khabib Mahfud Pimpin Langsung Apel Pasca-Cuti Lebaran
Pos-pos Terbaru
- Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika
- Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari
- Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern






