Regional
“Seperti Desa Tertinggal!”Terisolasi! Listrik Lumpuh & Sinyal Putus, Desa Rantau Kroya Kembali ke Zaman Kegelapan!
Published
5 bulan agoon
By
Redaksi
MUBA – Kondisi mencekam menyelimuti Desa Rantau Kroya, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Sudah tiga hari berturut-turut, desa ini lumpuh total akibat pemadaman listrik berkepanjangan yang tak kunjung menemui solusi. Krisis ini memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat sekaligus mantan Anggota DPRD Provinsi Sumsel periode 2019-2024, Marzuki, SE.
”Seperti Desa Tertinggal!”
Pria yang akrab disapa Zuki ini mengecam keras kelalaian pihak terkait yang seolah melakukan pembiaran atas penderitaan warga. Menurutnya, pemadaman ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan pengabaian terhadap nadi kehidupan masyarakat.
”Laporan masyarakat sudah membanjiri saya. Ada apa sebenarnya?
Kenapa sampai tiga hari listrik dibiarkan mati total? Aktivitas warga lumpuh, komunikasi putus. Kita seperti dilemparkan kembali ke zaman desa tertinggal!” tegas Marzuki dengan nada bicara tinggi melalui sambungan telepon, Sabtu (4/4/2026) malam.
Putra dari tokoh legendaris Muba, almarhum A. Rifai (Kuyung Kritis) ini mendesak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk segera bertindak nyata dan tidak menutup mata atas ‘kiamat kecil’ yang menimpa warga Rantau Kroya.
”Bekakap, Bekabe: Rantau Kroya Jadi Desa Mati”
Kondisi di lapangan digambarkan sangat memprihatinkan. Nang Oyok, salah satu tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan bahwa sejak Rabu, 1 April 2026, warga benar-benar terisolasi dari dunia luar.
Dampaknya sangat sistemik, Komunikasi Lumpuh Total Warga tidak bisa mengisi daya ponsel (charging), sementara akses ke desa tetangga yang memiliki listrik tergolong sangat jauh.
Sinyal Hilang:
Meskipun warga memiliki cadangan baterai, jaringan seluler hilang total karena menara pemancar (tower) berhenti beroperasi akibat ketiadaan arus listrik.
Atmosfer Mencekam: Saat malam tiba, desa berubah menjadi sunyi senyap dan gelap gulita layaknya desa tak berpenghuni.
”Yang jelas selama mati lampu ini kami Bekakap (gelap gulita) dan Bekabe (meraba-raba). Kalau keluar rumah, suasananya sunyi sekali seperti desa mati. Senyap,” keluh Nang Oyok yang didampingi rekannya, Cikman.
Desakan untuk Pemkab Muba
Kini, masyarakat Rantau Kroya hanya bisa menggantungkan harapan pada kebijakan Pemerintah Daerah. Mereka menuntut perbaikan instan agar roda ekonomi dan interaksi sosial tidak semakin terpuruk.
”Kami meminta Pemerintah Musi Banyuasin segera turun tangan. Jangan biarkan kami terus-menerus dalam kondisi lumpuh dan terisolasi seperti ini,” pungkasnya.
(Syaiful Jabrig)


You may like

Benahi Ekosistem Otomotif Sumsel, Fariz Montesz Gandeng Arief Purnomo Maju Bursa Ketua IMI Sumsel

BONGKAR BOROK PENGUASA! Laskar Sumsel Siap Lumpuhkan Kantor Gubernur, Serukan Perang Terbuka Lawan Korupsi dan Pejabat Arogan!

DIBEKUK! Tim Macan Bukit Tak Beri Ampun, Spesialis Curanmor di IB I Langsung Dicokok!

GEMPA DI TUBUH POLRI! Ratusan Pamen Dimutasi, Kursi Panas Kapolres Muba Hingga Lubuklinggau Resmi Berganti!

Soroti Kinerja Bapenda Palembang, Ketua Fraksi Golkar: “Rumah Kita Harus Bersih Dulu”

Diberondong 4 Peluru di Sela Sengketa Lahan, Begini Detik-detik Mencekam Penangkapan Pelaku di Riau!
Pos-pos Terbaru
- Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan
- Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji
- DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya
- Fokus Pembangunan Daerah, DPRD Karawang Sepakati Rancangan KUA-PPAS 2027
- PHE ONWJ Pasok 92 Ribu Liter Air Bersih untuk Belasan Desa Kekeringan di Karawang






