Regional
Pemprov Jabar Siapkan Strategi Hadapi Relaksasi Pariwisata
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar tengah susun strategi menghadapi relaksasi pembukaan tempat wisata setelah pelonggaran aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarat (PPKM).
Kepala Disparbud Dedi Taufik mengatakan, pemerintah pusat memperpanjang PPKM hingga 23 Agustus nanti. Namun aturan PPKM kali ini berbeda dengan sebelumnya, yaitu sejumlah relaksasi untuk kegiatan ekonomi, termasuk bagi industri pariwisata, contohnya cafe dan restoran sudah boleh membuka layanan dine in dengan sejumlah aturan yang ketat.
“Salah satu fokus yang harus dilakukan adalah, ketika relaksasi untuk industri pariwisata dibuka sepenuhnya, para pelakunya sudah siap. Strategi ini sudah disusun dan berjalan. Apalagi ini sudah memasuki adaptasi era wajib vaksinasi juga kan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik dalam keterangannya, Jumat (20/8/2021).
Dedi menjelaskan, salah satu fokus yang harus dilakukan adalah, ketika relaksasi untuk industri pariwisata dibuka sepenuhnya, para pelakunya sudah siap.
Dedi menuturkan ada lima hal yang jadi pilar pemulihan ekonomi di sektor pariwisata Jabar. Kelima pilar tersebut sudah masuk dalam strategi yang disusun oleh Pemprov Jabar.
Adapun kelima pilar tersebut, yang pertama memperkuat nilai budaya bersih sehat dan aman, membentuk SDM yang tidak rentan dengan krisis sekaligus menjalin kemitraan berbasis komunitas.
“Peningkatan infrastruktur destinasi wisata termasuk tata kelola dan manajemen kepariwisataannya, peningkatan daya saing dan ekosistem industri hingga penguatan pemasaran,” kata Dedi.
Selain itu, Dedi juga menyebut ada empat hal yang mendorong pariwisata bisa bangkit, di antaranya peran pemerintah dalam peningkatan 3T, vaksinasi, stimulus bantuan, dan kebijakan antarnegara.
“Faktor lainnya adalah pemanfaatan teknologi, mengoptimalkan potensi lokal. Terakhir adalah memulihkan dan menjaga kepercayaan pasar dengan peningkatan kapasitas SDM, promosi untuk dalam negeri dan luar negeri, memperbaiki tata kelola dan vaksinasi para pegawai,” tuturnya.
“Strategi tersebut diharapkan bisa memperbaiki industri pariwisata Jabar yang terdampak luar biasa tahun 2020 lalu. Saat itu, sedikitnya ada 2.768 usaha pariwisata dari mulai hotel, restoran, destinasi, ekonomi kreatif dan biro perjalanan yang terdampak,” kata dia menambahkan.
Dedi menuturkan percepatan vaksinasi kepada pelaku pariwisata juga terus digenjot. Hingga saat ini, sudah ada 20.413 karyawan dari 335 perusahaan yang bergerak di industri pariwisata sudah divaksin.
“Sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) dari Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) sudah didapatkan oleh sekitar 798 perusahaan atau pengelola industri pariwisata. Jumlah ini diharapkan terus bertambah,” katanya. (*)

You may like

Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika

Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari

Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik

MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri

Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang

Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita
Pos-pos Terbaru
- Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika
- Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari
- Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern







