Nasional
Menkeu: APBN 2022 Jadi Instrumen Strategis Jaga Pemulihan Ekonomi
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022 telah menjadi instrumen yang sangat strategis untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi pada saat dunia dihadapkan pada kondisi yang sangat volatil.
Adapun pendapatan negara berhasil tumbuh 30,5 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) menjadi Rp 2.626,4 triliun pada tahun lalu, sementara belanja negara naik 10,9 persen (yoy) mencapai Rp 3.090,7 triliun sehingga defisit kas negara hanya sebesar 2,38 persen dari produk domestik bruto (PDB).
“APBN 2022 telah mendorong pemulihan ekonomi agar makin kuat dan tetap stabil,” ujar Sri Mulyani dalam Keterangan Pers Menteri terkait Sidang Kabinet Paripurna dilansir Antara, Senin (16/1/2023).
Ia menjelaskan sepanjang tahun 2022, harga komoditas melonjak sangat tinggi dan mengalami kenaikan atau penurunan yang volatil, seperti harga gas alam yang sempat meningkat hingga 155 persen namun kemudian pertumbuhannya menurun menjadi hanya 18 persen.
Kondisi yang sama juga terjadi pada harga minyak sawit (crude palm oil/CPO) yang sempat meningkat 54 persen menjadi 1.926 dolar AS per metrik ton, yang kemudian merosot turun sebesar 27 persen menjadi 915 dolar AS per metrik ton.
Harga batu bara pun ikut melonjak sangat tinggi sebesar 191 persen pada tahun lalu, begitu pula dengan harga minyak bumi mentah yang naik 71 persen dan kemudian turun kembali.
Maka dari itu, Bendahara Negara tersebut menilai volatilitas menjadi salah satu karakter di tahun 2022 yang mengancam pemulihan ekonomi Indonesia.
Kenaikan dari harga-harga dan volatilitas tersebut pun menyebabkan inflasi tinggi di berbagai negara sehingga membuat penurunan daya beli masyarakat, yang direspons dengan peningkatan suku bunga acuan di semua negara.
Beberapa negara yang menaikkan suku bunga acuan sangat tajam yakni Meksiko sebesar 500 basis poin (bps), Brasil dan Amerika Serikat masing-masing sebesar 450 bps, dan Inggris 300 bps.
“Kondisi ini semuanya berpotensi menciptakan pelemahan ekonomi, namun APBN selama tahun 2022 menjadi faktor untuk menstabilkan serta menjaga masyarakat dan ekonomi dari berbagai guncangan tadi,” tuturnya. (*)
Sumber: Antara

You may like

Menkeu Pastikan APBN Sudah Gelontorkan Anggaran Untuk Perumahan Rakyat

Menkeu Sebut Program Makan Siang Gratis Tidak Masuk APBN 2024

Menko Airlangga: Tarif PPN Naik 12 Persen Mulai 2025

Pada 2023, Anggaran Kesehatan Terealisasi Rp 183,2 Triliun

Jelang Nataru, Harga Sayuran dan Ayam di Tasikmalaya Meroket

Pemerintah Jamin Stimulus Dunia Usaha Dilanjutkan di 2024
Pos-pos Terbaru
- Tim SAR Temukan Jasad Diduga ODGJ yang Tenggelam di Jembatan BTT Karawang
- Sambut Laga PSM kontra Persib, Kapolres Karawang ajak Suporter jaga kondusivitas dan hindari euforia berlebihan
- Sinergi Ketahanan Pangan, Polres Karawang Gelar Panen Raya Jagung Bersama Petani Pangkalan
- Berkedok Warung Sembako dan Konter Pulsa, Jaringan Obat Keras di Karawang Digulung Polisi, 16.590 Butir Disita!
- Kapolres Karawang Sambangi Jemaah Masjid Baitul Falihin Demi Jaga Kamtimbas di wilayah hukum Polres Karawang







