Regional
Mal di Bandung PHK dan Rumahkan 12 Ribu Pegawainya
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, sebanyak 12 ribu orang lebih pegawai mal atau pusat perbelanjaan di Kota Bandung terpaksa dirumahkan dan dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pasalnya, kerugian mal akibat penutupan operasional selama masa PPKM Darurat mencapai kurang lebih Rp 27,5 miliar per hari.
“Dalam perwal 68 tahun 2021 memuat dalam pasal 13, mal di Kota Bandung ditutup ada 24 mal dengan jumlah pegawai 12.475 orang dirumahkan. Kami cukup prihatin,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah seperti dikutip dari Republika.co.id, Kamis (8/7/2021).
Ia menuturkan, kegiatan mal yang dikecualikan dan masih diperbolehkan tetap beroperasi yaitu sektor kebutuhan pokok dan kesehatan. Sedangkan untuk resto dan kafe tetap diperbolehkan beroperasi dengan hanya boleh menerapkan layanan kepada pelanggan take away.
Elly mengatakan, jam operasional sektor yang dikecualikan di mal serta toko modern dan ritel dibatasi dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dari total kapasitas yang ada.
Pihaknya menerjunkan 26 tim memantau seluruh pusat perbelanjaan dan mal serta toko modern selama masa PPKM Darurat. Sejauh ini, belum ditemukan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh sektor tersebut.
“Alhamdulillah sampai hari ini dengan 26 tim diterjunkan belum ditemukan adanya pelanggaran,” katanya.
Sekjen Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jabar, Satriawan Natsir mengatakan kerugian yang dialami oleh 22 mal di Kota Bandung per hari mencapai kurang lebih Rp 27.5 miliar. Dengan rata-rata kerugian per hari Rp 1.2 miliar.
“Dampak perhari itu Rp 27.5 miliar per hari hitungan untuk 22 mal. Satu mal Rp 1.2 miliar perhari rata-rata,” katanya. Ia melanjutkan kerugian lainnya banyak karyawan yang dirumahkan atau di PHK termasuk tenant UMKM di mal sekitar 20 hingga 30 persen terpaksa tutup.
“Yang dirumahkan dan PHK itu dari penjaga toko, keamanan, kebersihan secara langsung. Tidak langsung banyak vendor terdampak karena mal tutup,” katanya. Kurang lebih sekitar 12.400 pegawai yang dirumahkan dan di PHK. (*)

You may like

Sinergi Nyata HUT Bhayangkara, Satlantas Polres Karawang Serahkan Ambulans Hasil Reparasi untuk Komunitas Ojol

Polres Karawang Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80

UNSIKA Bangun Gedung Serbaguna di Kampus 2

Diduga Korban Tabrak Lari, Polres Karawang Lakukan Penyelidikan Intensif untuk Ungkap Pelaku

Kapolres Karawang Pimpin Langsung Upacara Kenaikan Pangkat Reguler dan Pengabdian di Polres Karawang

Mudahkan Warga di Akhir Pekan, Imigrasi Karawang Gelar Layanan Paspor Simpatik
Pos-pos Terbaru
- Sinergi Nyata HUT Bhayangkara, Satlantas Polres Karawang Serahkan Ambulans Hasil Reparasi untuk Komunitas Ojol
- Polres Karawang Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80
- UNSIKA Bangun Gedung Serbaguna di Kampus 2
- Diduga Korban Tabrak Lari, Polres Karawang Lakukan Penyelidikan Intensif untuk Ungkap Pelaku
- Kapolres Karawang Pimpin Langsung Upacara Kenaikan Pangkat Reguler dan Pengabdian di Polres Karawang







