Regional
KPLHI Desak DLH Subang Layangkan Nota Protes ke DLH Purwakarta Terkait Adanya Industri yang Membuang Sampah Industri Bukan Pada Tempatnya
Published
2 tahun agoon
By
Redaksi
PURWAKARTA – Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) menyesalkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Purwakarta kurang maksimal melakukan pengawasan sehingga ditemukannya adanya industri dari Purwakarta yang melakukan dumping di wilayah lain.
DLH Purwakarta harus bertindak tegas terhadap pabrik yang sembarangan dalam mengelola sampah industrinya.
“DLH harus memberikan sanksi ya g tegas terhadap PT Assa Paper yang begitu gegabah dalam mengelola sampah industrinya,” kata Ketua KPLHI Iwan Frahenata, Rabu (24/4/2024).
Dijelaskan, selain PT Assa Paper harus bertanggung jawab dalam mengelola sampah industrinya, juga pihak ketiga yang mengangkut dan membuang sampah industri itu harus turut bertanggung jawab.
“Apakah pihak ketiga sebagai transportirnya juga sudah mengantongi ijin dari Kementerian Lingkungan Hidup atau belum,” ujar Iwan.
Sementara itu, adanya temuan limbah industri dari PT Assa Paper yang dibuang sembarangan di wilayah Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy langsung disikapi serius oleh DLH Subang yang mempolice-line lokasi tempat pembuangan sampah industri di Cimayasari tersebut.
“Kabarnya DLH Subang akan memproses secara hukum adanya temuan sampah industri yang dibuang sembarangan di Cimayasari tersebut,” ujar sebuah sumber.
Lebih lanjut dikatakan Iwan, KPLHI menyarankan DLH Subang memberikan surat protes ke DLH Purwakarta yang tidak maksimal dalam melakukan pengawasannya.
Seperti diberitakan, PT Assapaper Purwakarta kembali berbuat ulah membuang sampah industri ke daerah lain tepatnya ke wilayah Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy, Subang.
Lucunya, sampah industri tersebut dibuang bukan ke tempat pembuangan akhir (TPA) tapi ke tanah milik warga. Sudah barang tentu pihak pabrik PT Assa Paper telah melanggar pasal 29 Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) Iwan Frahenata kepada Infoka.
Menurutnya, dalam pasal 29 Undang-undang nomor 18 tahun 2018 disebutkan setiap orang dilarang mengelola sampah yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan,
membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan serta melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir.
“Jadi sudah jelas pelanggaran yang dilakukan PT Assa Paper yang membuang sampah industri secara sembarangan,” kata Iwan.
Pihaknya sangat menyesalkan adanya sampah industri dari Purwakarta yang dibuang ke daerah lain, apalagi tempat yang dijadikan pembuangan itu bukan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.
Dijelaskan, sepengetahuan dirinya tidak diperbolehkan sampah dari daerah dibuang ke daerah lain.
“Ini kan sampah industri yang ada di wilayah Purwakarta, kok bisa-bisanya dibuang ke daerah Subang,” jelas Iwan Frahenata.
Ia menambahkan sampah industri sesuai dengan Undang-undang nomor 18 tahun 2008 dan Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup harus mendapatkan perlakuan khusus.
“Jadi sampah industri tersebut tidak bisa dibuang sembarangan apalagi ke tempat bukan TPA,” jelasnya. (Taufik Ilyas)

You may like

IJTI Akademi, Cetak Generasi Muda Yang Cerdas Bermedia Dan Kritis Informasi

Menteri PKP dan Pimpinan Daerah Tinjau Proyek HWB Purwakarta: Terobosan Hunian Layak bagi MBR

LippoLand Perkuat Kontribusi terhadap Percepatan Ekonomi dan Penyediaan Hunian Terjangkau melalui HWB Purwakarta

Besok! Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta Resmi Diluncurkan

Purwakarta Istimewa Gelar EXPO Pendidikan Non Formal (PNF) Tahun 2025

FK-PKBM Kabupaten Purwakarta Adakan Musdalub Tahun 2025
Pos-pos Terbaru
- GEMPA DI TUBUH POLRI! Ratusan Pamen Dimutasi, Kursi Panas Kapolres Muba Hingga Lubuklinggau Resmi Berganti!
- Polresta Karawang Dalami Dugaan Pengrusakan Saat Proses Penyelidikan Peredaran Obat Keras Tertentu
- PHE ONWJ Dukung Pelestarian Seni Budaya Pesisir Pantura
- Dikenal Humanis dan Banjir Prestasi, Ini Sosok Kapolresta Karawang Pertama Kombes Mario Prahatinto
- Rieke Diah Pitaloka Peninjauan Layanan Warga Binaan, Lapas Karawang Tuai Apresiasi Atas Program Ketahanan Pangan







