Connect with us

Nasional

KPK Kembalikan Rp 848 Juta ke Kas Negara dari Tiga Kasus Korupsi

Published

on

INFOKA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembalikan uang sebesar Rp 848. 324.100 dari pemulihan aset hasil tindak pidana korupsi ke kas negara.

Uang itu bersumber dari tiga terpidana kasus korupsi yang berasal dari pembayaran uang pengganti, penyitaan uang, serta hasil lelang barang rampasan.

“Jaksa Eksekusi Andry Prihandono telah melakukan penyetoran ke kas negara sejumlah Rp 848.324.100 sebagai bagian dari aset recovery,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat (21/1/2022).

Berdasar pemaparan Ali, uang tersebut bersumber dari uang rampasan kasus korupsi dana bantuan sosial anak buah mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Matheus Joko Santoso sebesar Rp 486.050.000.

Rampasan dari terpidana kasus korupsi dana bansos Covid-19 wilayah Jabodetabek 2020 itu berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 30/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Jkt.Pst tanggal 1 September 2021.

Matheus selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kementerian Sosial dikenai pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sejumlah Rp 1,5 miliar.

Kemudian, sebesar Rp 300 juta yang merupakan pembayaran cicilan uang pengganti dari mantan Kepala Divisi PT Waskita Karya, Fathor Rachman, dari total kewajiban sebesar Rp 3.670.000.000.

Fathor Rachman merupakan terpidana perkara korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada berbagai proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Total, Fathor telah membayar uang pengganti sejumlah Rp2,65 miliar dari kewajiban pidana uang pengganti sebesar Rp 3,6 miliar.

Hal itu berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 59/Pid.Sus/TPK/2020/PN.Jkt.Pst tanggal 26 April 2021 di mana Fathor dihukum dengan pidana enam tahun penjara.

Ketiga, uang hasil lelang barang rampasan dari mantan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Syahrul Raja Sempurnajaya, sebesar Rp 80.274.100 pada tanggal 13 Januari 2022.

“Asset recovery dari hasil tindak pidana korupsi ini masih tetap akan dikumpulkan dan ditagih oleh KPK sebagai bentuk komitmen untuk semaksimal memberikan pemasukan bagi kas negara,” ujar Ali.

Lelang tersebut dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III dengan jenis penawaran lelang melalui internet (closed bidding).

“Aset recovery dari hasil tindak pidana korupsi ini masih tetap akan dikumpulkan dan ditagih oleh KPK sebagai bentuk komitmen untuk semaksimal memberikan pemasukan bagi kas negara,” tutup Ali. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement