Nasional
Kemdikbudristek Sebut Belum Ada Skenario Lanjutkan Bantuan Kuota Internet
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan hingga saat ini belum ada rencana melanjutkan bantuan kuota internet selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa PPKM Darurat.
Hal itu disampaikan Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapisdatin) Kemendikbudristek, Hasan Chabibie dalam diskusi daring, Rabu (14/7/2021).
“Saya harus cerita kabar apa adanya, bahwa memang sampai saat ini belum ada skenario untuk melanjutkan bantuan kuota data internet dari Kemendikbud,” kata Hasan seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Hasan tak menampik masih ada kebutuhan kuota internet bagi peserta didik maupun pengajar menyusul rencana pembelajaran tatap muka yang dibatalkan imbas PPKM Darurat.
Namun menurutnya, bantuan kuota internet tetap bisa diusahakan oleh setiap sekolah melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sebab, kata Hasan, Kemendikbudristek telah memberi relaksasi kepada sekolah dalam penggunaan bantuan tersebut.
“Hari ini BOS sudah direlaksasi penggunaannya dan bisa dimanfaatkan salah satunya untuk belanja kuota data internet dalam proses kuota belajar mengajar,” kata dia.
Sejumlah pihak kembali menagih bantuan kuota internet selama PJJ di tengah pandemi sejak bantuan tersebut berakhir pada Mei lalu.
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) melaporkan, semua wilayah yang menerapkan PPKM Darurat hingga kini kembali menerapkan PJJ.
Akibat situasi itu, P2G pun meminta pemerintah memfasilitasi kebutuhan siswa dan sekolah dalam penerapan PJJ. Koordinator P2G, Satriwan Salim meminta Kemendikbudristek dan Kementerian Agama melanjutkan bantuan kuota internet untuk membantu proses PJJ daring. “Kami dengar Kemenkeu (Kementerian Keuangan) akan melanjutkan bantuan serupa. Menkeu menyebut hanya 27 juta pengguna [yang mendapat kuota], tentu ini patut dipertanyakan, akan ada siswa dan guru yang nggak bakal dapat sepertinya,” kata Satriwan, Senin (12/7).
Akibat situasi itu, P2G pun meminta pemerintah memfasilitasi kebutuhan siswa dan sekolah dalam penerapan PJJ. Koordinator P2G, Satriwan Salim meminta Kemendikbudristek dan Kementerian Agama melanjutkan bantuan kuota internet untuk membantu proses PJJ daring.
“Kami dengar Kemenkeu (Kementerian Keuangan) akan melanjutkan bantuan serupa. Menkeu menyebut hanya 27 juta pengguna [yang mendapat kuota], tentu ini patut dipertanyakan, akan ada siswa dan guru yang nggak bakal dapat sepertinya,” kata Satriwan, Senin (12/7). (*)
Sumber: CNNIndonesia.com

You may like

Kemendikbudristek Bakal Hapus Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA di Kurikulum Merdeka

Data PDNS 2 Terserang Ransomware, Pencairan KIP Kuliah Terpaksa Dilakukan Manual

Banyak Guru Terjerat Pinjol, Kemendikbudristek Tingkatkan Literasi Keuangan

Kemendikbudristek Tetapkan 40.541 Formasi CPNS dan PPPK 2024

Kemendikbudristek Hapus Pramuka dari Daftar Ekskul Wajib di Sekolah

Kemendikbudristek Resmi Terapkan Kurikulum Merdeka Secara Nasional
Pos-pos Terbaru
- BREAKING NEWS: Wakil Bupati PALI dan Kepala Dinas PU Diamankan Kejati Sumsel Terkait Dugaan Suap Proyek
- Tak Berkutik Saat Digerebek, Mahasiswa Pelaku Curanmor Diamankan Bersama Barang Bukti di Kamar Kos
- Dukung Pasokan Darah di Karawang, Pupuk Kujang Gelar Donor Darah Massal ielang HUT ke-51
- Microbus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Polres Karawang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
- Brits Hotel Karawang Hadirkan Cars Worldwide Carmeet 2026, Satukan Komunitas Otomotif, UMKM, dan Lifestyle dalam Satu Event Kolaboratif







