Connect with us

Regional

Jumlah Korban Covid-19 Kembali Meningkat, Gubernur Jabar Harus Kembali Terapkan PSBB

Published

on

KARAWANG – Belakangan ini jumlah kasus Covid-19 mengalami peningkatan dibeberapa wilayah, termasuk di Kota Pangkal Perjuangan. Bahkan fakta dilapangan, hampir sebanyak 25 orang setiap harinya terkonfirmasi positif Virus Corona. Hal tersebut membuktikan bahwa virus mematikan itu penyebarannya mulai kembali mengkhawatirkan di Kabupaten Karawang.

Pemerhati Politik dan Kebijakan Pemerintahan, H. Asep Agustian, SH. MH, mengatakan Covid-19 ini jangan dianggap enteng dan sepele, karena untuk mengantisipasinya tidak cukup hanya menerapkan protokol kesehatan saja. Pasalnya, jenis virus ini tidak hanya menular melalui interaksi antar manusia atau cukup diantisipasi dengan menggunakan masker saja, melainkan melalui benda mati dan udara. “Jadi ketika ada kerumunan orang, potensi penyebarannya sangat tinggi,” ujarnya kepada INFOKA, Kamis (17/09).

Pria yang akrab disapa Asep Kuncir (Askun) ini menambahkan, baru-baru ini di Kabupaten Karawang, terkonfirmasi terpapar sudah mencapai angka 486 orang. Angka tersebut sifatnya baru sementara atau telah dipastikan melalui metode test medis, belum termasuk tracking orang-orang yang sempat berinteraksi dengan ke 486 orang yang dinyatakan positif tersebut.

“Apakah Pak Gubernur Jabar mau membiarkan begitu saja, tanpa melakukan upaya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali di Kabupaten Karawang. Sebab, jika dilihat kondisi sekarang ini, sudah seharusnya melaksanakan PSBB lagi,” paparnya.

Masih Askun menambahkan, kalau Pemerintah membiarkan ini tentunya membahayakan keselamatan masyarakat secara menyeluruh. Terlebih, melihat kenyataan yang terjadi sangat menghawatirkan, jika hanya sebatas himbauan dan membagikan masker sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan, justru semakin beresiko tinggi, resiko bagi masyarakat dan petugasnya sendiri.

“Ya sekarang bagaimana tidak beresiko, petugas keliling pasar dan petugas medis di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pun membagikan masker di jalanan. Apakah itu tidak beresiko, adanya interaksi dan berkerumun antar petugas dengan masyarakat,” jelasnya.

Sambung masih Askun menambahkan, sudah selayaknya Pemerintah mengambil langkah tepat untuk menuntaskan peningkatan korban Virus Corona. Ditambah juga keprihatinan tenaga medis, lantaran sudah sangat lelah dengan terus bertambahnya pasien Covid-19. Bahkan, korban yang terpapar dari kalangan tenaga medis juga tidak sedikit. “Jangan beralasan di Jabar ada beberapa daerah yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), bila perlu tunda pelaksanaan Pilkada,” tegasnya.

Karena pertimbangannya, lanjut Askun menuturkan, ketika virus membahayakan ini mulai kembali gawat, proses Pilkada bisa menjadi klaster penyebaran, karena Pilkada ini melibatkan seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih. Untuk Karawang sendiri jumlahnya tidak sedikit, yaitu lebih kurang 1,6 juta jiwa pemilih. Dengan demikian, dibutuhkan kepekaan para petinggi daerah, agar lebih memprioritaskan keselamatan rakyatnya.

“Seperti DKI, Gubernur langsung memberlakukan PSBB kembali. Apakah Gubernur Jabar tidak bisa tegas seperti Gubernur DKI? Sementara jarak DKI dengan Jabar bertetangga, khususnya Karawang sangat dekat sekali. Apalagi bukti klaster penyebaran yang terjadi dikawasan industri, nyatanya banyak orang-orang terpapar itu dari luar karawang,” pungkasnya. (cho)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement