Connect with us

Nasional

Jokowi Ajak Masyarakat Tidak Ragu Divaksin Covid-19

Published

on

INFOKA.ID – Vaksinasi Covid-19 terus bergulir, kendati demikian tak sedikit masyarakat yang enggan untuk menerima vaksin tersebut. Maka dari itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat agar tidak ragu menjalani vaksinasi Covid-19.

Selain itu, vaksinasi Covid-19 juga menjadi upaya besar bangsa Indonesia dalam menanggulangi pandemi virus Covid-19 yang sukses melumpuhkan berbagai tatanan negara.

Program vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah bertujuan untuk menciptakan kekebalan komunal (herd immunity).

Presiden Jokowi telah menargetkan sebanyak 182 juta penduduk Indonesia yang harus divaksin Covid-19.

Melalui akun Twitter resminya, Presiden Jokowi menyebut bahwa Vaksin Covid-19 sampai ke Indonesia bukanlah perjalanan yang mudah.

Banyak hal dan tahapan ketat yang harus dilewati sebelum sampai ke Tanah Air yang kini mampu menekan angka penyebaran Covid-19.

Selain itu, Jokowi juga memastikan bahwa vaksin Covid-19 itu keamanannya telah teruji dengan pengawasan ketat. Tokoh dan institusi terkemuka pun turut turun tangan untuk mengawasi vaksin Covid-19 yang sangat dibutuhkan oleh dunia.

“Vaksin Covid-19 ini telah melalui perjalanan panjang untuk sampai ke kita. Sudah melewati tahapan penelitian, pengujian, juga pengawasan yang ketat dari ilmuwan, WHO, BPOM, dan otoritas lain yang bertanggung-jawab,” ujar Jokowi.

Maka dari itu, Presiden Jokowi meminta masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksinasi, dan tidak meragukannya.

“Jangan ragu. Kita berkejaran dengan waktu,” tuturnya, sebagaimana Pikiran-Rakyat.com kutip dari akun Twitter @jokowi, Minggu 7 Maret 2021.

Sebagai informasi, program vaksinasi dimulai sejak 13 Januari 2021 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Pada tahap awal, vaksinasi diprioritaskan kepada 1,5 juta tenaga kesehatan.

Selanjutnya, vaksinasi Covid-19 tahap dua diberikan kepada petugas layanan publik dan orang lanjut usia (lansia).

Selain itu, juga diprioritaskan bagi pedagang pasar, pendidik, tokoh agama dan penyuluh pada tahap dua ini. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement