Connect with us

Nasional

IPEF: Indonesia Dukung Penerapan Teknologi Tinggi Untuk Ekonomi Bersih

Published

on

Pemerintah Indonesia mendukung penerapan teknologi tinggi seperti blue and green ammonia, Small Modular Reactors (SMR), ataupun teknologi renewable energy berbasis hidrogen.

Dukungan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) di Detroit, Amerika Serikat.

Beberapa negara anggota IPEF berminat memperkenalkan inisiatif hidrogen dalam kawasan Indo-Pasifik guna mendorong penyebaran hidrogen berkarbon rendah dan hidrogen terbarukan beserta turunannya,” kata Kemenko Perekonomian dalam keterangannya, Minggu (28/5/2023).

Dalam Pertemuan Tingkat Menteri IPEF tersebut, Airlangga juga menanyakan klarifikasi perihal keterkaitan kebijakan investasi dalam IPEF dan The Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII).

Pemerintah AS menyebutkan bahwa kebijakan investasi IPEF dan PGII akan menjadi dua hal yang terpisah.

Menurut Airlangga, partisipan dalam IPEF menyambut baik perkembangan perundingan dalam Pilar III terkait Ekonomi Bersih dan sepakat untuk menjajaki berbagai cara dalam mencapai sasaran antisipasi perubahan iklim masing-masing negara, sebagaimana telah disampaikan dalam IPEF Ministerial Statement pada September 2022.

Bidang kerja sama yang akan dimajukan dalam Pilar III IPEF antara lain pada bidang penelitian, komersialisasi, ketersediaan, aksesibilitas serta penerapan energi bersih ataupun teknologi ramah iklim.

IPEF, menurut Kemenko Perekonomian, juga akan memfasilitasi investasi dalam proyek-proyek terkait sasaran perubahan iklim.

Dengan mendukung kebijakan dan pasar pada area ekonomi bersih, IPEF berusaha mewujudkan energi yang berkelanjutan, tangguh, dan terjangkau dalam kawasan Indo-Pasifik.

Tidak hanya itu, IPEF juga akan mempertimbangkan kondisi nasional dan kebutuhan pembangunan tiap negara anggota IPEF dalam bidang ekonomi bersih.

Airlangga mengarakan pada area ketenagakerjaan dan ekonomi bersih, negara anggota IPEF juga berkomitmen mempromosikan just transition melalui penciptaan pekerjaan yang layak, lapangan kerja berkualitas, dan hak-hak buruh yang didasarkan pada Deklarasi International Labour Organization (ILO).

Kedepannya, Partisipan IPEF menantikan kolaborasi dengan melibatkan keahlian dari sektor publik dan swasta, yang akan mendorong investasi baru, industrialisasi, dan peluang kerjasama, serta mendorong inovasi dan produktivitas dalam merancang jalur masing-masing menuju Net-Zero Emissions Economies.

Pada area ketenagakerjaan dan clean economy, negara anggota IPEF juga berkomitmen mempromosikan just transition melalui penciptaan pekerjaan yang layak, lapangan kerja berkualitas, dan hak-hak buruh yang didasarkan pada Deklarasi International Labour Organization (ILO).

Turut hadir bersama Menko Airlangga, adalah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Dubes RI Rosan Roeslani. (*)

Sumber: Antara

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement