Nasional
Indonesia Investasi USD 5 Juta Untuk Pengembangan Vaksin
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia menginvestasikan 5 juta dollar AS untuk membiayai penanganan pandemi Covid-19 di dunia melalui pengembangan vaksin. Upaya ini dilakukan dalam peran sebagai Presiden Forum G20.
Dia mengungkapkan, investasi pengembangan vaksin Covid-19 tersebut dikelola oleh Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI) sebagai koalisi pemerintah dan swasta yang bertujuan mempercepat pengembangan vaksin.
Selain perannya di CEPI yang berpusat di Norwegia, investasi yang diberikan tersebut juga mendukung peran Global Alliamce for Vaccine and Immunization (GAVI), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan UNICEF.
“Berkat CEPI, GAVI, WHO dan UNICEF, kami berhasil mengirimkan lebih dari 353 juta vaksin ke lebih dari 192 juta orang Indonesia dalam 13 bulan,” kata Budi saat berpidato di Global Pandemic Preparedness Summit Oslo, Norwegia, Selasa (8/3/2022).
Menurutnya, investasi tersebut sejalan dengan semangat yang diusung Indonesia untuk menciptakan arsitektur kesehatan global serta dukungan pembiayaan pandemi, khususnya bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah.
“Itu sebabnya kami percaya bahwa kami harus bekerja sama, dan Indonesia siap berkomitmen pada CEPI. Komitmen kami untuk kebaikan yang lebih besar, untuk tidak meninggalkan siapa pun, dan untuk lebih mempersiapkan dunia melawan pandemi berikutnya dimulai dari sekarang,” katanya.
Global Pandemic Preparedness Summit diselenggarakan oleh CEPI dan Pemerintah Inggris pada 7-8 Maret 2022 di Oslo, Norwegia. Selama pandemi COVID-19, CEPI memprakarsai berbagai program pengembangan vaksin COVID-19 serta mengalokasikannya secara adil di seluruh dunia melalui COVAX.
Dalam sambutannya, Menkes Budi menekankan pentingnya dana darurat dalam pendanaan kesehatan global. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk setiap negara dalam bahu membahu menghadapi pandemi yang tidak terduga.
“Kami ingin memastikan bahwa dana ini dapat dipergunakan untuk penanggulangan kesehatan darurat, seperti vaksin, terapeutik dan juga diagnostik,” ujarnya.
“Sekarang warga dunia sekali lagi meminta pemimpin global untuk mulai berdiri dan berlari dan membuat dunia yang lebih baik dan lebih sehat, tidak hanya untuk kita tetapi juga untuk anak dan cucu kita,” kata Budi menambahkan. (*)
Sumber: Antara


You may like

Biaya Pengobatan Pasien Covid-19 Beralih ke BPJS Kesehatan Mulai September 2023

KTT G20 India Resmi Ditutup, Pemimpin Negara G20 Sepakati Deklarasi Pemimpin G20 New Delhi

Meski Sudah Masuk Endemi, BPJS Tetap Tanggung Biaya Pengobatan Covid-19

Jokowi Resmi Cabut Status Pandemi Covid-19 di Indonesia

WHO Minta Dunia Harus Bersiap Hadapi Pandemi Baru

Kemenkes Sebut Tak ada Batasan Jelas Kapan Pandemi Berakhir
Pos-pos Terbaru
- Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B
- Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat
- Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger
- Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS
- DPRD Karawang Matangkan Raperda RPIK Libatkan KADIN dan UNSIKA






