Nasional
IDI Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendorong seluruh anggota dan masyarakat luas mempercepat vaksinasi sebagai salah satu cara mengakhiri pandemi Covid-19. Baik para dokter, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas turut diajak bersama melawan infodemi.
Selain vaksinasi, Ketua terpilih Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi menjelaskan salah satu program utama PB IDI adalah pemberantasan disinformasi terkait Covid-19 dan vaksinnya.
“Respon dari masyarakat cukup luar biasa,” ujar Adib dalam webinar Perkembangan Terkini Vaksin Covid-19 di Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika, PB IDI, dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, pada Sabtu (28/8/2021).
Menurut Adib, tantangan mengatasi pandemi saat ini bertambah dengan persiapan menghadapi lonjakan kasus. Belajar dari pengalaman beberapa waktu lalu, persiapan itu masih akan diperlukan, misalnya dengan menyiapkan tempat isolasi terpusat dan sistem isolasi terpantau.
“Perlu pula untuk senantiasa mengajak semua orang menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, tidak kalah penting memastikan vaksin terdistribusi merata sampai ke seluruh penjuru Indonesia. Bukan hanya tersedia, tempat vaksinasi juga harus didekatkan dengan masyarakat,” kata Adib.
Pada kesempatan itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut vaksin terus didatangkan dan dikirim ke seluruh Indonesia. Dia mengatakan, meski ada sejumlah pertimbangan teknis dalam proses distribusi vaksin, namun bukan berarti distribusi tak sampai ke pelosok bangsa.
Selain itu, upaya tersebut juga perlu diimbangi dengan terus mendorong masyarakat agar mau menerima vaksinasi.
“Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah cara penyimpanan vaksin jenis tertentu dalam proses distribusinya. Sebagian vaksin yang dipesan, seperti Pfizer dan Moderna, harus disimpan dalam suhu beku ekstrem. Jika tidak, vaksin akan rusak dan berkurang kualitas dan khasiatnya,” ungkap Nadia.
Sementara, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hinky Hindra Irawan Satari mengakui, memang ada laporan tentang dampak setelah vaksinasi. Tetapi dia menggarisbawahi bahwa data menunjukkan bahwa 60 persen dari laporan itu dipicu oleh kecemasan.
Terlebih, seluruh vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia telah melalui uji kualitas dan khasiat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menurut Hindra, vaksinasi bukan hal baru untuk Indonesia. Di samping itu, pengetahuan soal vaksinasi terus berkembang. Misalnya, dulu kerap dianjurkan menyediakan penurun demam sebelum vaksinasi. Kini, anjuran itu direvisi menjadi hanya jika terjadi gejala.
“Jadi kalau tidak ada gejala, sebaiknya jangan diberi pereda,” katanya.
Ketua Tim Advokasi Vaksinasi COvid-19 PB IDI Iris Rengganis menyatakan hal senada. Menurutnya, berbagai jenis vaksin telah dikenal sejak lama. Beberapa jenis vaksin harus diulang secara berkala, karena mutasi virus terus terjadi. Hal itu membuat diperlukan vaksin baru yang lebih manjur.
“Saat ini, seluruh vaksin yang beredar telah diuji keamanannya. Karena itu, tidak perlu menunggu merek tertentu sehingga menunda vaksinasi,” ujar Iris.

You may like

Sharp Indonesia Bersama Ikatan Dokter Indonesia Sosialisasikan Pentingnya Udara Sehat Dalam Ruangan

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi

Waspadai Covid-19, Pemprov Jabar Imbau Warga Kembali Terapkan Prokes

Menkes: Program Vaksinasi Covid-19 Gratis Berakhir Sampai 31 Desember 2023
Pos-pos Terbaru
- Ajak Warga Karawang Pelunasan PBB-P2 Sebelum 30 September, Bapenda Beberkan Manfaatnya
- Trailer Menabrak Pohon di Jalan Raya Badami, Sopir Dilarikan ke RSUD Karawang
- Satlantas Polresta Karawang Atur Lalu Lintas Guna Cegah Kemacetan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Utama
- Kapolresta Karawang Resmikan Warung Ojol, Wujud Kepedulian dan Kedekatan dengan Pengemudi Ojek Online
- Dorong Kesiapan Kerja Warga, Disnakertrans Karawang Luncurkan Platform Gratis ‘KARISMA’







