Connect with us

Nasional

Hacker 16 Tahun dari Sumsel Bobol Database Kejaksaan RI

Published

on

INFOKA.ID – Database Kejaksaan RI dilaporkan telah diretas oleh seorang peretas atau hacker bernama Gh05t666nero. Database tersebut pun telah diunggah ke https://raidforums.com/.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, berdasarkan data yang diunggah oleh peretas terlihat data yang diretas adalah nama lengkap, nomor telepon, alamat email dengan domain @kejaksaan.go.id, jabatan, pangkat kepegawaian, hingga nomor pegawai.

Selain itu, terdapat pula riwayat sejumlah kasus dalam data yang diretas oleh Gh05t666nero.

Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa basis data atau database yang diperjualbelikan di situs forum online dibobol oleh bocah 16 tahun dari Lahat, Sumatera Selatan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan pihaknya telah memintai keterangan terhadap pelaku setelah berhasil mengidentifikasinya.

Baca juga: Indonesia Gandeng Jepang Bereskan Pencemaran Sungai Citarum

“Yang bersangkutan masih berusia 16 tahun dan masih bersekolah,” kata Leonard dalam konferensi pers di Kompleks Kejagung, Jakarta, Jumat (19/2).

Dalam hal ini, kata dia, tim Kejaksaan langsung membawa pelaku berinisial MFW dan kedua orang tuanya itu ke Kejaksaan Agung pada Kamis (18/2) untuk dimintai keterangan.

Hanya saja, Jaksa Agung ST Burhanuddin memberi instruksi agar tak melanjutkan proses hukum terhadap MFW. Pasalnya, pelaku masih di bawah umur dan telah berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Baca juga: HOAKS! Beredar Surat Palsu Pengangkatan CPNS, Catut Kementerian PAN-RB

“Dan orang tua yang bersangkutan ada di sebelah kiri kami juga telah membuat surat pernyataan yang secara langsung akan mendidik, mengontrol anak yang bersangkutan untuk tidak melakukan perbuatan peretasan sebagaimana yang terjadi,” tambahnya lagi.

Leonard menjelaskan bahwa data-data yang dijual dalam situs RAID Forums bersifat terbuka untuk umum dan dapat diakses secara langsung di website resmi Kejaksaan RI.

Dia memastikan bahwa data itu tidak berhubungan langsung dengan database kepegawaian kejaksaan. Selain itu, informasi perkara-perkara yang dimuat dalam situs itu pun juga dapat diakses oleh publik.

“Didapat kesimpulan bahwa user tersebut adalah user untuk masuk ke dalam website Kejaksaan,” kata Leonard.

Baca juga: Wapres Berharap Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Sejalan Dengan Jumlah Masyarakat yang Harus Divaksin

Dia mengungkapkan bahwa setidaknya ada 3.086.224 data yang dibobol dan diperjualbelikan dengan harga sekitar Rp400 ribu itu.

Diketahui, pembobolan itu dilakukan oleh peretas yang mengatasnamakan dirinya Gh05t666nero.

Dalam situs Raid Forums, Gh05t666nero mengunggah database Kejaksaan RI beberapa jam lalu. Selain itu, dia juga menyampaikan pernyataan terkait dengan revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement