Nasional
Bjorka Klaim Punya 3,2 Miliar Data PeduliLindungi, Dijual di Forum Breach
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Peretas atau hacker Bjorka mengaku memiliki 3,2 miliar data dari aplikasi PeduliLindungi. Ia mengunggah dan menjual data dari aplikasi milik pemerintah yaitu di Breach Forums.
Dalam keterangannya, Bjorka menyebut bahwa PeduliLindungi adalah aplikasi pelacakan kontak resmi Covid-19, yang digunakan untuk melacak kontak secara digital di Indonesia.
“Aplikasi Covid-19 Indonesia, PeduliLindungi, 3,2 miliar,” katanya dalam keterangan, dikutip pada Kamis (17/11/2022).
Ia menyebut, aplikasi PeduliLindungi dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan Telkom Indonesia.
“Aplikasi ini awalnya dikenal sebagai TraceTogether tetapi diganti karena Singapura menggunakan aplikasi yang bernama sama,” kata Bjorka.
Diketahui, Bjorka membocorkan data berformat CSV yang berisikan informasi soal nama, email, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, status Covid-19, staus vaksin dan lain sebagainya.
Berdasarkan informasi file yang diunggah, data yang ada sebesar 48 GB dalam kondisi di-compressed dan 157 GB saat uncompressed, dengan total 3.250.144.777 data berformat CSV.
Bjorka pun turut mengunggah sampel bocoran data yang telah ia ambil dari aplikasi PeduliLindungi tersebut.
Bjorka mengklaim, data yang tersedia antara lain nama, email, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, tanggal lahir, Device ID, status Covid-19, riwayat check-in, riwayat pelacakan kontak, hingga vaksinasi.
“Data sampel yang ditampilkan juga mencakup data milik Johnny G. Plate, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Deddy Corbuzier,” klaim Bjorka.
Dalam akun Breach Forums tersebut, Bjorka pun turut memberikan pesan kepada orang-orang yang tertarik untuk membeli data PeduliLindungi dari dirinya.
“Jika kamu ingin data dari saya, kontak saya melalui Breach Forums atau Telegram dengan mengikuti format: Saya mau beli data,” ucapnya.
“Pakai Bahasa Inggris, karena Breach Forums merupakan forum internasional, hentikan menggunakan Bahasa lokal,” tuturnya.
Diketahui, Bjorka menjual data tersebut dengan USD 100 ribu atau sekitar Rp1,6 miliar dalam bentuk BitCoin.
Sebelumnya, Bjorka juga telah membocorkan data yang diduga berasal dari aplikasi MyPertamina milik PT Pertamina (Persero) dengan mematok harga sebesar USD 25 ribu atau setara dengan Rp392 juta.
MyPertamina adalah aplikasi layanan digital keuangan yang terintegrasi dengan aplikasi LinAja,” katanya.
“Aplikasi ini dapat digunakan untuk membayar BBM secara non-tunai di Pertamina,” ujarnya melanjutkan. (*)

You may like

Polisi Ringkus Hacker Penjual Akses Aplikasi Situs Judi Online Terblokir

Menkes Klaim 3,2 Miliar Data yang Dibocorkan Bjorka Bukan dari PeduliLindungi

Kembali Beraksi, Bjorka Diduga Bocorkan 44 Juta Data MyPertamina

7 Film Hacker yang Acak-acak Data Publik dan Negara

Pengakuan Pemuda Madiun: Jual Akun Telegram Seharga $100 Bitcoin pada Sang Hacker

Bantu Bjorka, Polisi Tetapkan Pria di Madiun Sebagai Tersangka
Pos-pos Terbaru
- AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu
- Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama
- Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
- Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara
- Dari Pos Ronda Menuju Podium Juara: Misi Keramat Orado Palembang Di Kejurprov I Sumsel






