Regional
DKPP Jawa Barat Klaim Harga Beras Premium di Jabar Alami Penurunan
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat mengklaim harga beras di Jawa Barat diklaim berangsur turun.
Berdasarkan data DKPP Jabar, harga beras premium pada pekan ketiga September 2023 ada di angka Rp 11.483 per kilogram.
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, turunnya harga beras itu dikarenakan Pemprov terus menggenjot bantuan pangan. Namun kenaikan harga beras diketahui masih terjadi di tiga wilayah yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.
“Sejak bantuan pangan meluncur, harga beras berangsur-angsur bisa dikendalikan meski belum sepenuhnya menekan kembali ke harga normal,” kata Bey dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/9/2023).
Ia mengungkapkan, dampak bantuan cadangan pangan (BCP) di Jabar dari Badan Pangan Nasional pada awal September lalu baru tersalurkan 54 persen untuk 4.149.374 keluarga penerima manfaat.
“Sampai 24 September bantuan cadangan pangan sudah mencapai 54 persen, ada tiga daerah bahkan sudah mencapai 100 yakni Kota Banjar, Kota Cirebon dan Kota Sukabumi. Kita akselerasi, mudah-mudahan sebelum 30 September sudah mencapai 100 persen di seluruh daerah sehingga harga beras bisa dikendalikan” katanya.
Sementara, Kepala DKPP Jabar Arifin Soedjayana menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengajukan anggaran tambahan untuk Gelar Pangan Murah (GPM) di APBD Perubahan 2023. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan pangan akibat dampak dari El Nino.
“(Anggaran) Gelar Pangan Murah yang sudah itu sekitar Rp 1,2 miliar, kemudian kita usulkan di APBD Perubahan Rp 1,8 miliar, ini untuk antisipasi El Nino,” ucap Arifin.
Menurutnya pada Tahun 2023, sudah dilaksanakan sebanyak 87 kali GPM yang dikhususkan pada wilayah dengan Indeks Harga Konsumen tinggi dan daya beli rendah. Selain GPM, DKPP Jabar juga memiliki program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).
Arifin menuturkan stok CPPD per bulan Agustus 2023 sebesar 1.399,138 ton yang rencananya akan ditambah sebanyak sebanyak 762 ton. “Kami mengajukan Rp105 juta di APBD Perubahan,” tandasnya. (*)


You may like

Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama

Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi

Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara

Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika

Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari

Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik
Pos-pos Terbaru
- Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama
- Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
- Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara
- Dari Pos Ronda Menuju Podium Juara: Misi Keramat Orado Palembang Di Kejurprov I Sumsel
- Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika






