Regional
BPBD Ciamis Lakukan Asesmen 2 Kecamatan yang Terdampak Bencana Alam
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis menerjunkan petugas untuk melakukan asesmen terkait apa saja yang terdampak dari bencana alam longsor dan banjir di dua kecamatan yakni Cidolog dan Pamarican.
“Tim BPBD masih di lapangan sekalian asesmen di tempat-tempat longsor di Kecamatan Cidolog di beberapa titik, dan Pamarican,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis Memet Hikmat dikutip Antara, Jumat (12/11/2022).
Memet mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah Ciamis menyebabkan kejadian bencana alam seperti banjir akibat luapan sungai dan tanah longsor di Kecamatan Pamarican dan Cidolog pada Kamis (10/11/2022).
Ia mengatakan, petugas di lapangan melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat risiko dari kejadian bencana alam tersebut, hasilnya nanti menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menanggulanginya lebih lanjut.
“Finalnya kita konsepkan surat pernyataan bencana untuk ditandatangani Bupati Ciamis sebagai dasar SKPD terkait untuk melaksanakan perbaikan segera,” katanya.
Ia menyampaikan petugas dari BPBD Ciamis sementara sudah memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam, dan mengecek kondisi daerah yang diterjang bencana alam.
Hasil laporan di lapangan, satu jembatan gantung salah satu tali bajanya putus akibatnya tidak bisa digunakan masyarakat untuk menyeberangi sungai dan harus memutar arah.
“Jembatan gantung rusak karena banjir, kalau longsor dan banjir karena hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.
Ia mengatakan tidak hanya merusak jembatan, bencana longsor yang terjadi di beberapa titik menyebabkan ruas jalan tertutup, kemudian petugas gabungan sudah menyingkirkan material longsoran tersebut.
Selain itu, lanjut dia, ada juga puluhan rumah warga yang terendam banjir selama beberapa jam kemudian warga bersama petugas membersihkannya sehingga warga bisa kembali beraktivitas.
“Sempat merendam rumah warga selama beberapa jam, namun keesokan harinya kembali surut dan warga kembali dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa,” katanya.
Ia menyampaikan kejadian bencana itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerusakan fasilitas umum seperti jembatan dan lainnya yang saat ini masih dilakukan pengecekan lebih lanjut.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai ancaman bencana hidrometeorologi yang terjadi saat musim hujan.
“Waspada bencana hidrometeorologi yang ditandai dengan hujan deras, angin kencang dan petir,” katanya. (*)
Sumber: Antara


You may like

Sepanjang 2024, BPBD Sukabumi Catat 202 Bencana, Ini yang Paling Banyak Terjadi

Bukan Karena Utang Judi Online Anak, Ini Penyebab Sebenarnya Tarsum Mutilasi Istri

3 Korban Longsor di Banjarwangi Garut Ditemukan

Warga Karangligar Karawang Jalani Puasa di Tengah Banjir

BNPB Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Kabupaten Cirebon

Banjir Cirebon Makin Meluas, Ribuan Rumah Terendam dan Dua Orang Meninggal Dunia
Pos-pos Terbaru
- Tim SAR Temukan Jasad Diduga ODGJ yang Tenggelam di Jembatan BTT Karawang
- Sambut Laga PSM kontra Persib, Kapolres Karawang ajak Suporter jaga kondusivitas dan hindari euforia berlebihan
- Sinergi Ketahanan Pangan, Polres Karawang Gelar Panen Raya Jagung Bersama Petani Pangkalan
- Berkedok Warung Sembako dan Konter Pulsa, Jaringan Obat Keras di Karawang Digulung Polisi, 16.590 Butir Disita!
- Kapolres Karawang Sambangi Jemaah Masjid Baitul Falihin Demi Jaga Kamtimbas di wilayah hukum Polres Karawang






