Connect with us

Regional

Sepanjang 2024, BPBD Sukabumi Catat 202 Bencana, Ini yang Paling Banyak Terjadi

Published

on

INFOKA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sepenjang tahun 2024 terhitung dari Januari hingga Mei terjadi 202 kejadian bencana di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat, menyatakan bahwa cuaca ekstrem menjadi penyebab utama bencana, dengan 91 kejadian dalam lima bulan terakhir.

“Cuaca ekstrem mendominasi kejadian bencana dalam lima bulan terakhir yang jumlahnya mencapai 91 kejadian,” katanya dikutip Selasa (18/6/2024).

Dia merinci, bencana mencakup 46 kejadian tanah longsor, 39 banjir, 11 angin puting beliung, sembilan kebakaran permukiman, dan enam gempa bumi.

Setiap bulan, jumlah kejadian bencana bervariasi, dengan Januari mencatat 36 kejadian, Februari 18 kejadian, Maret 39 kejadian, April 72 kejadian, dan Mei 35 kejadian.

Novian menjelaskan bahwa kerugian dari bencana mencapai Rp3,60 miliar, dengan 368 warga terdampak. Kerusakan bangunan mencapai 484 unit, dengan 36 rusak berat, 104 rusak sedang, dan 344 rusak ringan.

Kerugian terbesar berasal dari tanah longsor, dengan nilai mencapai Rp 1,3 miliar. Cuaca ekstrem menyebabkan kerugian Rp 859,1 juta, kebakaran permukiman Rp 786 juta, angin puting beliung Rp 426,5 juta, banjir Rp 160,5 juta, dan gempa bumi Rp 86,3 juta.

“Jumlah korban luka mencapai lima orang, termasuk dua korban meninggal dunia, dua luka berat, dan satu luka ringan,” tambah Novian.

Novian mengatakan untuk Juni ini kejadian bencana masih didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Namun demikian, masyarakat harus mewaspadai musim kemarau yang diperparah dengan fenomena alam El Nino yang memicu terjadinya bencana kekeringan dan kesulitan air bersih. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement