Connect with us

Regional

Begini Respons Satgas COVID-19 Ketika Semboyan 3M di Bansos Jabar Dikaitkan Dengan Politik

Published

on

INFOKA.ID – Semboyan ‘Disiplin 3M’ atau ‘Memakai Masker, Menjaga Jarak Aman, dan Mencuci Tangan’ yang tercantum dalam tas bantuan sosial (bansos) Pemprov Jabar sempat dipersoalkan. Sebab beberapa tim kampanye kontestan pilkada merasa dirugikan. Alasannya, angka tiga dalam bansos tersebut dikhawatirkan merujuk atau dipolitisasi oleh pasangan calon (paslon) nomor tertentu.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan semboyan ‘Disiplin 3M’ tersebut tak ada kaitannya dengan politik. Semboyan yang memiliki arti disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak itu pun asalnya dari pusat.

“Ada simbol yang tanda kutip merugikan, salah satu paslon karena menyangkut angka. Saya bisa menjawab angka itu bukan Jabar yang bikin, angka itu sudah menasional. 3M, kan enggak mungkin mencetak jadi 4M. Tidak ada maksud-maksud lain, yaitu kita hanya semata-mata bahwa media yang ada di tas bansos itu menjadi media untuk mensosialisasikan disiplin protokol kesehatan, kan di dalamnya ada masker,” ujar Daud di Gedung Sate, Kota Bandung, dilansir dari Detikcom, Jumat (6/11/2020).

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon NU Pasti Sabilulungan (Kurnia Agustina-Usman Sayogi) Cecep Suhendar mengatakan jika Pemprov tidak melek politik dengan mencantumkan nomor tersebut. “Dengan adanya konten numerik di kemasan Bansos tersebut tentu kami merasa dirugikan. Sangat disayangkan Pemprov Jabar tidak melek Pilkada,” ujar Cecep kepada wartawan, belum lama ini.

Ia mengatakan, segala bentuk angka, gambar atau simbol lainnya menjadi hal yang sensitif. Ia pun yakin, jika seluruh tim pemenangan paslon di 8 daerah lainnya merasa dirugikan dengan kemasan yang memuat numerik.

“Saya rasa bukan hanya di Kabupaten Bandung saja yang merasa dirugikan. Tim pemenangan di daerah lain pasti juga demikian (dirugikan). Apalagi Bansos ini fasilitas dari pemerintah yang memang dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi,” ucap Cecep.

Sekretaris Tim Pemenangan Pasangan Calon Dahsyat (Yena Iskandar Masoem-Atep) Hen Hen Asep Suhendar menyatakan hal yang sama. Ia menilai jika angka numerik itu rawan disalah artikan warga Kabupaten Bandung berasal dari salah satu paslon.

“Bukan hanya menyayangkan, tapi menyesalkan sekali. Penggunaan numerik di bungkus Bansos juga kan sensitif sekali, apalagi ini masa tahapan kampanye. Bisa-bisa menguntungkan paslon lain,” ujar Hen Hen. (*)

Sumber: Detikcom

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement