Connect with us

Regional

Banjir di Karawang Meluas, 6 Desa Terendam Air, 2.298 Jiwa Mengungsi

Published

on

INFOKA.ID – Banjir di Kabupaten Karawang meluas. Sedikitnya, ada empat kecamatan di Kabupaten Karawang yang terendam banjir.

Akibatnya, sebanyak 2.298 jiwa dari 778 kepala keluarga terdampak karena permukimannya terendam banjir yang disebabkan oleh meluapnya air dari aliran sungai Cibeet.

“Untuk saat ini, banjir masih merendam enam desa dan satu kelurahan dari empat kecamatan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang Ferry Muharram, Senin (8/1/2024).

Ia mengatakan, empat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Telukjambe Barat, Kecamatan Telukjambe Timur, Kecamatan Karawang Barat dan Kecamatan Rawamerta.

Menurut Ferry banjir di Karangligar merupakan yang terparah. Ketinggian air mencapai 2 meter hingga menyisakan atap rumah.

“Kondisi terparah terjadi di Desa Karangligar, berdasarkan laporan terkahir, 7 Januari, banjir merendam 441 rumah, 7 sarana ibadah dan 3 sarana pendidikan, yang berdampak terhadap 1.629 jiwa dari 569 KK,” kata dia.

Sementara di desa lainnya yakni di Desa Mekarmulya ada ratusan jiwa yang harus mengungsi akibat rumahnya terendam.

“Di Desa Mekarmulya juga masih terdampak, ada 65 rumah terendam, yang mengakibatkan 238 jiwa dari 82 KK, masih mengungsi, untuk ketinggian air antara 30-100 centimeter,” ungkapnya.

Lalu di Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat ada 12 rumah terendam dengan ketinggian air 10-30 centimeter. Sebanyak 53 jiwa dari 12 KK terdampak dan mengungsi ke tetangga terdekat.

Kemudian masih di Kecamatan Karawang Barat, ada puluhan jiwa di Kelurahan Karawang Klon yang juga terdampak. Kondisinya sama seperti di Kelurahan Tanjungmekar. Ada 15 rumah terendam dengan ketinggian rata-rata 10-30 centimeter. Sebanyak 53 jiwa dari 12 KK harus mengungsi.

Sementara di Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur ada 30 rumah yang terendam. Selain rumah, ada sembilan hektare sawah yang terendam. Ratusan jiwa harus mengungsi.

“Untuk Desa Sukamakmur, ada 120 jiwa dari 44 KK yang terdampak banjir dengan ketinggian rata-rata 20-100 centimeter. Selain 30 rumah yang terendam banjir, 9 hektare sawah tanam baru juga terendam banjir,” kata Ferry.

Terakhir, banjir juga merendam pemukiman di Desa Panyingkiran, Kecamatan Rawamerta, sejak 5 Januari 2024. Namun kini dikatakan kondisinya berangsur surut.

Tercatat 12 rumah terendam dan 37 jiwa dari 12 KK terdampak banjir dengan ketinggian rata-rata 10-50 centimeter. Warga memilih tidak mengungsi dan menunggu air yang merendam rumahnya surut.

“Jadi total terdampak banjir di Karawang sebanyak 2.130 jiwa dari 735 KK, 585 rumah dan sarana lainnya terendam, dan 9 hektare sawah terdampak banjir di Karawang periode Januari 2024,” katanya.

Fery mengatakan, eskalasi banjir bisa terus bertambah dikarenakan sejumlah faktor mulai dari faktor cuaca dan faktor topografi di wilayah Karawang khususnya daerah aliran sungai yang lebih rendah dan cenderung melengkung.

Bencana banjir akibat luapan air sungai tersebut diakuinya peristiwa yang kerap kali terulang setiap tahun. Untuk itu, pihaknya mengaku perlu langkah teknis yang tepat dalam mencari solusi dari permasalahan tersebut.

“Jadi karena selain kiriman dari hulu, kalau Citarum itu dari Bandung dan Purwakarta tapi kalau sungai Cibeet itu di Cianjur dan Bogor tetapi juga karena kondisi daerahnya yang mencekung yang membuat potensi banjir itu makin besar dengan terjadinya back water,” ungkap Fery. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement