Regional
Aktivis Gelar Mimbar Bebas di Titik Nol Air Mancur Kota Palembang, Tuntut Hak Demokrasi
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Koalisi aktivis, LSM, dan pers melaksanakan aksi damai di Bundaran Air Mancur TItik Nol Kota Palembang. Aksi sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan intimidasi aktivis dalam pergerakan menggunakan hak demokratis di Kabupaten Banyuasin, pada Selasa (4/7/2021).
Aksi yang dilakukan di Pemda Banyuasin terpampang di spanduk sepajang 25 Meter membentang di badan jalan seputaran Air Mancur di Titik Nol Kota Palembang, yang merupakan salah satu wujud tuntutan atas kekecewaan aktivis terhadap oknum yang telah menghalangin kebebasan dalam menyuarakan hak demokrasi.
Aksi ini kali kedua setelah sebelumnya aksi pertama pada Jumat (2/7/2021) dipusatkan di tempat yang sama Bundaran Air Mancur, dilanjutkan ke Kantor Gubernur Serta berakhir di Mako Polda Sumsel.
Tindakan tak terpuji yang berbentuk intimidasi terhadap salah seorang Aktivitas Sumsel, M.Sanusi AS SH MM yang digelar oleh Sriwijaya Corruption Watch (SCW) di Kantor Bupati Banyuasin tentang desakan tender ulang, Kamis (24/6/2021).
“Sangat disayangkan telah terjadi tindakan buruk ketika melakukan aksi di Kantor Bupati Kabupaten Banyuasin itu. Hal tesebut merusak citra demokrasi di Bumi Sedulang Setudung yang kami cintai, pasalnya pada saat itu bahwa ada oknum preman yang di duga merupakan orang suruhan dari pihak tertentu yang melakukan tindakan premanisme terhadap anggota Sriwijaya Corruption Watch (SCW) yang sedang menggunakan hak Konsititusionalnya sebagaimana di atur dalam Undang undang No 9 Tahun 1998 tetang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum,” tegas Mukri Presidium Koalisi Aktivis Sumsel dalam Aksi.
Ia pun menambahkan, kronologis kejadian, Usai melaksanakan aksi demo Sanusi Presiden SCW dihadang oleh salah seorang oknum serta melakukan intimidasi sehingga nyaris terjadi baku hantam.
“Hal itu pelakuan telah menciderai Demokrasi, tegas Mukri.
Selanjutnya, Tambah Mukri, para aksi di Kabupaten Banyuasin merasa tertekan ulah oknum tersebut. “Secara tegas, apalagi adanya oknum preman sambil mengancam,” pungkasnya.
Sementara itu usai Aksi, Presiden SCW, M.Sanusi, AS. menceritakan kejadian berawal saat dirinya dan rombongan melakukan demo di Banyuasin yang mendesak agar dilakukan tender ulang kegiatan untuk bangunan gedung SMP melalui dana DAK di Dinas Pendidikan Banyuasin di ULP setempat tahun 2021, Kamis (24/6/2021) siang itu.
Sebelumnya, kata Sanusi, diterima menyampaikan maksud dan tujuan aksi tersebut kepada Asisten lll Babul Ibrahim di ruang rapat Sekda Banyuasin. “Apa yang menjadi keinginan SCW akan disampaikan ke Bupati langsung. demikian janji Babul Ibrahim saat itu,” terangnya.
Dalam aksinya sekitar 8 orang aktivis yang menyuarakan tuntutan yang sama menyepakati meminta pihak aparat terkait kepolisian Polda Provinsi Sumsel segera mengusut tuntas tindakan premanisme dalam aksi di Banyuasin. (rey/sya)
You may like

Ketum IKA-MUBA Apriyadi Mahmud Rancang Program Permodalan UMKM Bareng OJK

Gubernur Sumsel Kukuhkan Pengurus IKA Muba 2026–2030, Apriyadi: IKA Muba Adalah Umah Kita Bersama

H-Beberapa Hari Jelang Pelantikan, Panitia IKA Muba Pastikan Seluruh Agenda Siap Dieksekusi

Bukan Sekadar Seremonial, Gebyar Merdeka 2026 Sulap Ikon Palembang Jadi Panggung Seni Akbar

Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara

Benahi Ekosistem Otomotif Sumsel, Fariz Montesz Gandeng Arief Purnomo Maju Bursa Ketua IMI Sumsel
Pos-pos Terbaru
- Gelar Rakor Timpora di Cilamaya Wetan, Imigrasi Karawang Perkuat Peran Desa Awasi Orang Asing
- Sharp Indonesia Mengajak Generasi Muda Menjadikan Keberlanjutan sebagai Bagian dari Keseharian
- Dian Fahrud Jaman Perkuat Militansi Kader NasDem Karawang Hadapi Pemilu 2029
- Gagal Gasak Motor, Pria di Karawang Babak Belur Diamuk Massa
- 209 Calon Kepala Desa Ikuti Tes CAT, Pemkab Karawang Gandeng Unsika Pastikan Netralitas







