Connect with us

Regional

Ada ‘Penumpang Gelap’ di Diskominfo Purwakarta yang Titipkan Anggaran Perjalanan Dinas Tanpa Diketahui Sekretariat

Published

on

PURWAKARTA – Diduga ada ‘penumpang gelap’ yang menitipkan anggaran perjalanan dinas (SPJ) di Dinas Komunikasi dan Informatika Purwakarta.

Anehnya, penitipan anggaran SPJ sebesar Rp 157 juta tanpa sepengetahuan Sekretaris Diskominfo tapi nyelonong begitu saja.

“Saya juga heran pak, kok bisa-bisanya ada anggaran perjalanan dinas lain yang tiba-tiba masuk di sekretariat padahal sudah dianggarkan sebelumnya sebesar Rp 120 juta, ” kata Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Nurfalah kepada wartawan, Rabu (4/7/2024).

Ketua Pusat Pengkaji Pembangunan Purwakarta (KP4) Budi Pratama mempertanyakan sistem pengawasan di internal Diskominfo yang tidak selektif dalam mengusulkan anggaran perjalanan dinas.

“Kok bisa yah ada bidang lain di Diskominfo yang begitu saja mengusulkan anggaran perjalanan dinas tanpa koordinasi dulu dengan sekretaris dinas,” katanya.

Ia mempertanyakan integritas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika selalu pengguna anggaran yang begitu saja memberikan persetujuan tanpa berkoordinasi dengan sekretariat.

Seperti diberitakan, pengelolaan anggaran di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) syarat dengan penyelewengan. Diduga Diskominfo telah mengalokasikan anggaran yang tumpang tindih dalam pos perjalanan dinas sehingga bisa berakibat kerugian keuangan negara.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, awalnya ada anggaran belanja perjalanan dinas biasa-rapat koordinasi dan konsultasi SKPD bulan Januari 2024 sebesar Rp 120 juta dengan kode RUP 50245476, diklaim Sekdis Diskominfo, Nurfalah sebagai biaya dinas untuk satu tahun.

“Kan sudah dijelaskan oleh bu Kasubag Keuangan, Rina Rosdiana anggaran Rp 120 juta untuk semua perjalanan dinas, termasuk dalam dan luar kota. Karena itu untuk satu tahun berjalan,” katanya.

Dalam penelusuran, kemudian ditemukan anggaran perjalanan dinas Dinas Kominfo dengan kode RUP 50068653 sebesar Rp 157 juta.

Dalam uraian pekerjaan diterangkan tujuan perjalanan dinas luar kota, seperti Banten, Jawa Tengah, Gorontalo, dan beberapa daerah lainnya.

Ketika ditanyakan kembali adanya anggaran perjalanan dinas yang angkanya lebih besar, padahal pagu awal Rp 120 juta sudah diplot sebagai biaya perjalanan dinas satu tahun, Sekdis Nurfalah, mengaku Kasubag Keuangan sedang tidak ada di tempat.

“Iya nanti, Tunggu aja ya bu kasubagnya lagi ngambil rapot langsung ke bssn..sama pa kadis mungkin besok (Kamis, -red) bisa lebih jelas konfirmasinya,” ujar Nurfalah. (Taufik Ilyas)