Connect with us

Regional

​Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhowatul Agniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri

Published

on

KARAWANG — Kesuksesan dan gemuruh syiar dalam gelaran akbar “Karawang Bersholawat” masih menyisakan kesan mendalam di tengah masyarakat. Di balik suksesnya perhelatan spiritual tersebut, ada sosok sentral yang mendedikasikan khidmat (pengabdian) nyata untuk ummat, yakni H. Zeni Zaelani, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Karawang.

Bagi masyarakat Karawang, H. Zeni Zaelani dikenal luas bukan hanya sebagai pimpinan rumah ibadah sentral kota, tetapi juga seorang pimpinan perusahaan (President Director) yang sukses merintis jalan dakwah kultural. Perpaduan antara ketawadhuan, ketajaman manajerial, dan kedalaman spiritualnya mendapat apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, termasuk tokoh aktivis senior dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), Ja’a Maliki.

  • Paku Bumi Spiritual Sekaligus Manifestasi Sakhowatul Agniya

Dalam pandangan Ja’a Maliki yang juga merupakan tokoh senior Alumni IKA PMII, sosok H. Zeni Zaelani memiliki tempat tersendiri di hati warga Karawang. Beliau dinilai bukan sekadar figur yang menjadi “paku bumi”, simbol kekuatan spiritual, penyejuk, dan penjaga keharmonisan daerah, tetapi juga menjelma menjadi sosok Sakhowatul Agniya, profil agnia/orang kaya yang dermawan, gemar berinfak, serta senantiasa mewakafkan harta dan tenaganya untuk kemaslahatan ummat serta syiar Islam.

Karakter dermawan yang dibalut tawadhu inilah yang membuat gerak langkah beliau seirama antara dunia korporasi dan khidmat keummatan. Beliau membuktikan bahwa kesuksesan bisnis duniawi harus beriringan dengan tanggung jawab sosial yang berorientasi akhirat.

  • Mencetak Generasi Unggul: Siap Hadapi Industri Global, Kokoh dalam Tauhid

Tidak hanya aktif memakmurkan masjid dan dunia korporasi, jiwa pengabdian H. Zeni Zaelani dalam membangun SDM berkualitas diwujudkannya melalui lembaga pelatihan resmi, LPK Japindo (PT Japindo Amanah Ilahi). Melalui asrama pesantren binaannya, beliau merancang sistem pendidikan yang memadukan ikhtiar lahir dan batin: membekali santriwan dan santriwati dengan kompetensi global untuk berkarier di industri Jepang, namun tetap ditempa dengan porsi ilmu agama yang kokoh agar senantiasa menjadi pribadi yang shaleh dan shalehah.

Konsep ini menjadi jawaban nyata atas tantangan zaman: melahirkan generasi muda mudi yang tangguh secara profesional di kancah internasional, tetapi tetap berpegang teguh pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

  • Menghidupkan Tradisi Idholus Surur dan Istiqomah dalam Berbakti

Refleksi dari jiwa sosial dan kelembutan hati H. Zeni Zaelani tampak jelas dari pesan-pesan inspiratif yang beliau bagikan pasca acara “Karawang Bersholawat”. Beliau mengingatkan pentingnya melestarikan amalan Idholus Surur (membahagiakan sesama manusia).

“Namanya teh amalan Idholus surur (ngabungahkeun batur). Amalan sae saur pun guru, alhamdulillah. Makanya, orang-orang yang terlibat acara (Karawang Bersholawat) kemarin itu harus bahagia dan bersyukur atas keberkahan yang Allah turunkan,” ungkap beliau seraya mengapresiasi kerja keras para pengurus DKM dan panitia.

Semangat berbuat kebaikan ini diperkuat oleh pesan filosofis beliau tentang ketulusan berjuang:

“Ketulusan seseorang dalam menyebarkan kebaikan akan terus hidup, bersemi, dan menginspirasi, bahkan jauh setelah detak jantung kita berhenti (wafat). Jangan berhenti untuk berbakti!” pesan H. Zeni Zaelani dalam refleksi spiritualnya.

  • Sinergi Membangun Peradaban Ummat

Di bawah kepemimpinannya untuk periode masa bakti 2025–2029, H. Zeni Zaelani terus mendorong Masjid Agung Karawang dan berbagai institusi yang diampunya untuk menjadi pusat peradaban (centre of civilization) yang inklusif, mencerahkan, dan menyejukkan.

Kehadiran sosok Sakhowatul Agniya yang visioner dan tawadhu ini menjadi teladan bahwa kesuksesan sejati adalah ketika harta dan kedudukan mampu mengetuk pintu-pintu langit, menebar maslahat, serta menyiapkan generasi masa depan yang sukses di dunia dan selamat di akhirat. (rls)