Connect with us

Regional

Yang Unik dari Kampanye Canvassing Caleg Nasdem Nace Permana Libatkan Puluhan Wanita Cantik

Published

on

KARAWANG – Metode kampanye canvassing atau kampanye door to door langsung ke rumah-rumah warga calon pemilih dengan pendekatan personal menjadi pilihan efektif bagi caleg NasDem (Partai Nasional Demokrasi).

Salah satunya seperti yang dilakukan Caleg DPR RI Dapil 7 Nace Permana asal Karawang yang menggunakan metode canvassing dengan melibatkan puluhan wanita cantik untuk mempresentasikan dan mengenalkan Nace Permana beserta visi misinya kepada masyarakat.

Uniknya banyak cerita menarik dan kisah-kisah inspiratif yang dialami Nace Permana bersama relawan cantiknya saat bertatap muka langsung dengan calon pemilih. Mulai dari yang awalnya ditolak warga hingga akhirnya warga malah antusias berbincang-bincang dan mendengarkan pemaparan progam kerjanya bila nanti terpilih.

Nace mengakui awalnya memang agak berat melakukan kampanye canvassing langsung ke rumah-rumah atau ke tempat publik menyapa warga sebab tidak sedikit dirinya mengalami penolakan. Namun lambat Laun respon positif warga mulai bermunculan.

“Relawan Canvassing cantik tersebut cukup berdampak positif dengan eksistensi dan elektabilitasnya. Hal itu ditunjukkan dengan laporan yang diberikan oleh Canvassing cantik setelah melakukan sosialisasi ke masyarakat,” kata Nace Permama yang merupakan Caleg DPR RI Dapil 7 Jabar dari Partai Nasdem tersebut, Kamis (25/1/2024).

Diakuinya, sempat mendapat banyak penolakan bahkan hingga ada jawaban sinis dari warga tak membuat relawan canvassing nya patah semangat dan menyerah.

Nace menganggap warga sebagai sahabat yang perlu didengarkan keluh kesah dan aspirasi, bukan semata-mata ingin meraup suara atau mencari dukungan.

Pendekatan personal ditambah dengan sentuhan emosional lewat simpati dan empati, membawa Nace dan Relawan Cantiknya perlahan tapi pasti mulai disenangi warga dan kehadiran akhirnya diterima dengan tangan dan hati terbuka.

Hingga akhirnya banyak warga yang antusias dan respek dengan kehadirannya yang dianggap datang dengan nuansa baru, pendekatan dan pola berbeda dibandingkan caleg petahana yang hanya mengandalkan bansos tapi tidak pernah betul-betul memahami kebutuhan dan aspirasi warga, bahkan sangat jarang bertemu warga.

“Ada warga yang sampai cium-cium gambar saya dan mendo’akan saya di wilayah Wadas, Lemahabang. Itu menjadi pencapaian tersendiri dimana ada warga yang tulus seperti itu mendo’akan saya,” ungkapnya.

Hal itu diungkapkan warga karena mereka selama ini tidak pernah betul-betul mengenal caleg yang ada. Sebab kebanyakan caleg dianggap hanya eksis atau ada di baliho. Bahkan ibaratnya mereka hanya ada di cerita dongeng, tidak hadir nyata di tengah masyarakat.

Dari sanalah Nace merasa bahwa ia perlu terus hadir dan dekat dengan warga entah akhirnya mereka memilih dirinya atau tidak. Sebab ia ingin memberikan pemahaman bahwa masyarakat harus benar-benar mengenal caleg yang akan dipilih.

Di sisi lain warga pun merasa senang dikunjungi Nace bersama relawan cantiknya dengan pendekatan personal seperti ini. Di sinilah kesempatan Nace masuk menyampaikan visi misinya khususnya terkait program-programnya.

Nace Permana menjelaskan istilah canvassing biasanya digunakan di kalangan sales marketing sebagai sebuah aktivitas terencana yang dilakukan seorang sales untuk menawarkan, mendistribusikan, mencari pesanan penjualan atas produk dan jasa, termasuk menyampaikan dan mengumpulkan informasi tertentu dari para pengecer atau konsumen. Biasanya model itu dipakai untuk membangun kontak langsung dengan para pelanggannya.

Hal senada terjadi ketika canvassing dilakukan dalam konteks kampanye politik Pileg. Artinya seorang caleg langsung turun ke masyarakat, membangun kontak langsung dengan masyarakat pemilih secara personal maupun emosional.

Disinilah tidak ada jarak antara caleg dan masyarakat yang saling berbaur dan mengenal lebih jauh. Istilahnya high touch campaign (kampanye dengan sentuhan langsung yang intensif) bukan high cost campaign (kampanye berbiaya tinggi) apalagi money politics (politik uang).

“Saya rasa canvassing cukup efektif untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat pemilih. Kami tidak ingin mengajarkan masyarakat pragmatis, terjebak dalam bansos apalagi money politics,” tutup Nace. (red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement