Connect with us

Regional

Warga Hilir Karawang Bertanya Kenapa Jalan Tanjungpura Rengasdengklok tak Kunjung Diperbaiki?

Published

on

KARAWANG – Sejumlah warga “hilir” di Kabupaten Karawang, terutama dari wilayah empat kecamatan, yakni Rengasdengklok, Batujaya, Pedes, Jayakerta, mempertanyakan kenapa jalur rusak di wilayah utara (Rengasdengklok-Tanjung Pura) tak kunjung diperbaiki total. Padahal akses jalan penghubung dari wilayah hilir ke kota itu kondisinya memprihatinkan.

“Sudah gonta ganti bupati dan wakil, tapi tetep saja jalannya selalu ditambal sulam. Tidak ada kelemeng kelemeng diperbaiki total,” kata Surcim (40), warga Dewisari Kecamatan Rengasdengklok, Rabu (27/4/2022).

Toha (53), warga di Kecamatan Pedes, menjawab pertanyaan, mengaku heran jalan krusial bagi warga empat kecamatan itu tak kunjung mendapat skala prioritas perbaikan total.

“Seolah para pemain di Karawang ini tidak peka dengan jeritan warga. Kepentingan kelompok melulu yang didahulukan. Padahal ini akses vital di utara Karawang. Boro boro pelebaran, rencana perbaikan saja tak kunjung ada kabar. Yang ada tambal sulam lagi. Mbo ya ga gitu juga kan,” ketusnya.

Jojo (57), warga dari Jayakerta, pun mengkritik ketidakpekaan pemerintah tersebut. Seharusnya, kata dia, pemerintah Karawang mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera memperbaiki jalan rusak di wilayah utara ini agar pengguna jalan merasa nyaman dan aman saat melintasi jalanan di Karawang.

“Apa tidak ada pemimpin atau wakil rakyat asal Karawang yang bisa menghubungi Kepala Dinas PUPR di Provinsi Jawa Barat, atau Bapak Gubernur juga, supaya jalan yang rusak yang menuju ke utara ini baik,” kata Jojo

Kondisi jalan provinsi yang rusak itu, kata dia, seharusnya menjadi prioritas untuk disampaikan ke Provinsi Jabar, diharapkan pelaksanaan pengerjaan tahun 2022 bisa segera diselesaikan dengan baik. “Minimal dianggaran perubahan lah ada itikad bela rakyat. Pro rakyat gitu,” ajak Jojo.

Rusdi (45), warga Batujaya dimintai komentar terpisah menyampaikan keluhan sama. “Ini tidak ada sama sekali mulai tahap pengusulan ke provinsi. Jadi artinya ya, seperti jalan sendiri sendiri antara warga dan pemerintahnya di kabupaten.

“Yang saya dengar semua usulan yang berjalan sekarang ini, baik aspirasi dewan provinsi atau usulan pemkab, tidak ada yang mengarah ke perbaikan jalan Rengasdengklok Tanjung Pura. Kalau tambal sulam mah itu sudah hampir delapan tahun lebih. Dan itu menurut saya pembiaran,” tandasnya. (sgt)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement