Regional
Warga Dua Desa di Kecamatan Kutawaluya Pertanyakan Pembangunan Jembatan yang Mangkrak
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Warga Desa Kutaraja dan Desa Kutajaya mengeluhkan terhentinya pembangunan jembatan alternatif yang menghubungkan dua desa tersebut. Padahal, jembatan itu sangat dibutuhkan warga sebagai penghubung desa di wilayah itu.
Pembangunan Jembatan yang menelan anggaran APBD 1 Kabupaten Karawang sebesar Rp196,515,000,00 dengan panjang jembatan 7 lebar 4,00 meter dengan pelaksana CV Istiqomah, hingga kini pembangunanya tidak kunjung selesai.
Dikatakan Udi (51), salah satu warga masyarakat dusun Bedeng RT 08 RW 02 Desa Kutajaya Kecamatan Kutawaluya mengatakan pekerjaan yang dalam papan tercantum adalah 60 hari kerja, namun hingga saat ini masih juga belum selesai.
“Saya selaku warga masyarakat tidak habis pikir kenapa pembangunan jembatan sudah hampir dua bulan tidak kunjung selesai pekerjaannya. Padahal jembatan tersebut adalah merupakan jembatan alternatif yang menghubungkan dua desa, yaitu Desa Kutajaya dan Desa Kutaraja yang mayoritas penduduknya petani setiap hari beraktifitas melalui jembatan tersebut. Kalau sekarang pembangunan jembatan sudah hampir dua bulan dibiarkan mangkrak kenapa jembatan yang lama dibongkar,” katanya, Selasa (26/10/2021).
Diakuinya, jembatan yang sebelumnya dirasa lebih kokoh dan sangat membantu mobilitas warga.
“Padahal jembatan yang lama lebih kuat dibandingkan dengan yang sekarang, buktinya baru dicor sudah ambruk. Kasihan para petani yang sebentar lagi akan panen tanaman padinya. Yang dikhawatirkan oleh para petani dimana nanti musim panin padi tiba biaya oprasional angkut akan mahal. Pasalnya, yang biasanya menggunakan jalan melalui jembatan yang sedang diperbaiki lancar. Sekarang akan otomatis harus muter dipok menggunakan armada mobil kecil yang lebih mahal ongkosnya itu jelas rugi,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Desa Kutaraja Kecamatan Kutawaluya, Ombi Nestim membenarkan adanya pembangunan pembuatan jembatan antara perbatasan Desa Kutajaya dan Desa Kutaraja mangkrak membuat warga masyarakat terganggu.
“Pasalnya, bagi warga masyarakat yang sehari hari beraktifitas menggunakan lewat jembatan tersebut. Terutama yang menggunakan kendaraan roda empat seperti mobil mau engga mau harus muter lewat jalan raya desa Kutagandok. Yang lebih harus diperhatkan lagi bagi para petani yang sebentar lagi akan menjelang musim panin padi raya. Kalau sekarang jembatan dibiarkan mangkrak tidak cepat diperbaiki akan menelan kerugian yang sangat tinggi,” terangnya.
Sebaliknya, bukan hanya petani saja yang akan merugi mungkin roda perekonomian desa akan terhambat.
“Oleh karena itu, kami selaku kepala desa Kutaraja berharap terhadap pelaksana pembangunan pembuata jembatan segera diselesai kan. Karena itu jembatan satu-satunya jembatan alternatif penghubung dua desa yang lebih dekat,” pungkasnya. (ded)

You may like

Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini

Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD

Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang
Pos-pos Terbaru
- Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini
- Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD
- Aksi Nyata untuk Bumi, Alfamidi Operasikan 49 PLTS dan Efisiensi 2,2 Juta Lembar Kertas
- Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk
- ACT ONE Yamaichi Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Pengalaman 60 Tahun dari Jepang untuk Mendukung Industri Konstruksi Nasional






