Regional
Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Jawa Barat Sudah 80 Persen
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat menyatakan sebanyak 80 persen tenaga kesehatan di daerah itu sudah disuntik vaksin COVID-19 merek Sinovac.
“Sudah 80 persenan hingga hari ini. Kami targetkan akhir bulan ini selesai agar bisa melanjutkan ke kelompok penerima vaksin berikutnya,” kata Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja, seperti dikutip dari Antaranews.com, Rabu (17/2/2021).
Setiawan mengatakan jumlah tenaga kesehatan di Jawa Barat mencapai 192.000 orang sementara alokasi vaksin yang diterima sebanyak 350.000 dosis. Jumlah tersebut belum menjangkau seluruh tenaga kesehatan mengingat setiap satu tenaga kesehatan menerima dua dosis vaksin.
Baca juga: Bupati dan Wabup Karawang Kembalikan Semua Fasilitas Negara, Ada Apa?
“Walaupun kurang tapi di Kabupaten Bekasi kami berharap sesegera mungkin didistribusikan (untuk tahap kedua),” katanya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat itu menargetkan 70 persen warga Jawa Barat akan menerima vaksin COVID-19 atau 33,5 juta dari total 42 juta lebih warga Jawa Barat saat ini.
Secara umum, kata dia, vaksinasi di Jawa Barat tidak menemukan kendala berarti hanya saja ada sejumlah faktor yang menyebabkan pelaksanaan vaksinasi menjadi terhambat namun hal ini dapat teratasi melalui percepatan kegiatan.
Salah satu kendalanya yakni distribusi vaksin yang tidak sesuai perencanaan awal seperti yang terjadi di Kabupaten Bekasi.
Baca juga: Fakultas Psikologi UBP Karawang Berikan Pendampingan dan Penyuluhan Warga Lapas Karawang
“Suplai vaksinnya yang memang harus menunggu sebab untuk wilayah Jawa barat itu penduduknya seperlima dari penduduk Indonesia jadi wilayah kita paling banyak membutuhkan,” ucapnya.
Kemudian kendala lain adalah persoalan pro dan kontra terhadap vaksin yang disuntikkan.
“Tapi setelah adanya pernyataan dari BPOM bahwa vaksin ini aman dan dari MUI bahwa vaksin ini halal, kami melihat juga kejadian yang menolak divaksin hanya sedikit sekali bahkan mereka yang tadinya menolak sekarang sudah mau divaksin,” katanya. (*)
Sumber: Antaranews.com

You may like

Aliran Gas Diisolasi, Pertagas Pastikan Kebocoran Pipa di Babelan Sudah Tertangani

Bedug Hadiah Syeikh Quro Masih Berdentum di Cirebon, Tradisi Dugdag Bertahan hingga Ramadhan 2026

Pelantikan Pengurus DPD-FK PKBM Kuningan: Bersinergi untuk Pendidikan Inklusif

PKBM Kabupaten Bekasi Gelar Gema Tunas Pramuka untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter

Jaga Pilkada Serentak di Jabar, PLN UID Jabar Siagakan Lebih Dari Empat Ribu Personil

Menkes: Program Vaksinasi Covid-19 Gratis Berakhir Sampai 31 Desember 2023
Pos-pos Terbaru
- Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B
- Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat
- Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger
- Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS
- DPRD Karawang Matangkan Raperda RPIK Libatkan KADIN dan UNSIKA







