Connect with us

Nasional

Vaksinasi Belum Target, Akankah PPKM Kembali Diperpanjang?

Published

on

INFOKA.ID – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level 2, 3, dan 4 di sejumlah wilayah yang berjalan sejak 3 Agustus akan berakhir hari ini, Senin (9/8/2021).

Berdasarkan data harian Satgas Penanganan Covid-19 dari 3 sampai hari Minggu (8/8/2021), angka kasus positif dan kematian masih tinggi. Meskipun kasus sembuh juga bertambah. Target pemerintah menekan tambahan 10 ribu kasus per hari pun belum tercapai.

Sementara itu vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua selama PPKM ini belum mencapai target 2 juta dosis suntikan per hari yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Total penambahan kasus positif Covid-19 dari 3 sampai 8 Agustus mencapai 203.231 kasus. Jumlah tersebut turun dibandingkan enam hari sebelumnya, 28 Juli-2 Agustus, yang mencapai 222.864 kasus.

Jumlah kasus positif Covid-19 yang turun ini sejalan juga dengan jumlah tes swab PCR maupun antigen yang minim dalam enam hari terakhir.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, kasus sembuh naik sepanjang 6 hari terakhir ini. Total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dari 3-8 Agustus mencapai 242.357.

Namun, jumlah tersebut masih lebih rendah dari enam hari sebelumnya, 28 Juli-2 Agustus, yang mencapai 245.525

Kasus kematian mulai menurun pada PPKM kali ini. Sepanjang 3 sampai 8 Agustus, total kematian Covid-19 sebanyak 9.805. Jumlah tersebut turun dibanding enam hari sebelumnya, 28 Jul-2 Agustus, yang mencapai 10.456 kasus.

Meskipun demikian, kasus kematian Covid-19 masih terbilang tinggi lantaran kasus masih bertambah di atas 1.000 kasus.

Jika dilihat dari data harian, pada 3 Agustus bertambah 1.598, 4 Agustus bertambah 1.747, 5 Agustus bertambah 1.739, 6 Agustus bertambah 1.635, 7 Agustus bertambah 1.588, dan 8 Agustus bertambah 1.498.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada awal Agustus 2021 atau PPKM 3-8 Agustus, belum mencapai target 2 juta dosis per hari. Presiden Joko Widodo pernah menargetkan suntik vaksin hingga 2 juta dosis per hari selama Agustus 2021.

Pada 3 Agustus dilaporkan sebanyak 419.725 yang menerima dosis pertama dan 502.483 penerima dosis kedua. Total 922.208 dosis vaksin disuntikan pada hari itu.

Kemudian 4 Agustus dilaporkan 379.057 penerima dosis pertama dan 528.458 penerima dosis kedua. Total ada 907.515 dosis. Sementara pada 5 Agustus hanya 593.871 dosis vaksin yang disuntikan, baik dosis satu dan dua.

Suntikan vaksin mencapai 1 juta dosis per hari pada 6 Agustus, dengan 1.238.380 dosis. Masing-masing 556.935 dosis pertama dan 681.445 dosis kedua.

Namun, jumlah vaksinasi kembali turun pada 7 Agustus, dengan total suntikan 864.205 dosis. Hari itu dilaporkan 410.765 penerima dosis pertama dan 453.440 penerima dosis kedua.

Jumlah vaksinasi kembali naik pada 8 Agustus yang dilaporkan menyasar 696.117 dosis pertama dan 432.059 dosis kedua. Total ada 1.128.176 dosis yang disuntikan hari itu.

Sementara itu, hingga Minggu (8/8/2021), pemerintah belum memutuskan soal perpanjangan PPKM Level 4.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi yang menyampaikan hal tersebut.

Menurut dia, akan dilakukan rapat koordinasi untuk mengevaluasi PPKM Jawa dan Bali.

“Iya akan ada rakor untuk evaluasi PPKM Jawa Bali,” kata Jodi, saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

Dia pun menyebutkan, keputusan akhir terkait pemberlakuan PPKM berada di tangan Presiden Joko Widodo.

Jodi mengungkapkan, tren angka kasus Covid-19 di Jawa dan Bali memang terus menunjukkan penurunan.

“Jumlah tes meningkat dan positivity rate menurun, menunjukan peningkatan testing dan tracing sudah terjadi,” kata dia.

Pihaknya berharap momentum yang baik ini tetap dipertahankan dan untuk minggu depan rasio tracing bisa di angka 1:8 atau 1:10.

“Kami berharap semua pihak tetap mengampanyekan penggunaan masker yang baik dan konsisten untuk mencegah penularan Covid-19,” ujar Jodi.

Dia pun mengingatkan, walaupun kondisi Covid-19 di Jawa Bali sudah cukup terkendali, akan tetapi di daerah luar Jawa Bali masih mengalami peningkatan.

Dengan demikian, pemerintah akan berhati-hati dan tidak terburu-buru melakukan pembukaan fasilitas-fasilitas.

Sementara, Presiden Joko Widodo telah memimpin rapat terbatas evaluasi perkembangan dan tindak lanjut PPKM level 4 pada Sabtu (7/8/2021).

Dari hasil evaluasi, ia menyampaikan bahwa ada pergeseran lonjakan kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali.

“Selama 2 minggu terkahir ini saya melihat penambahan kasus-kasus baru di provinsi-provinsi di luar Jawa-Bali terus meningkat,” kata Jokowi melalui siaran di YouTube Sekretariat Presiden.

Dari catatan Kementerian Kesehatan, kata Jokowi, terdapat 5 provinsi dengan angka kasus cukup tinggi, yaitu Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Papua, Sumatera Barat, dan Riau.

Ia menyampaikan, per 25 Juli 2021 wilayah di luar Jawa-Bali berkontribusi atas 13.200 kasus atau 34 persen dari kasus baru secara nasional.

Angka ini naik per 1 Agustus 2021, menjadi 13.589 atau sekitar 44 persen dari total kasus baru.

Sementara itu, per 6 Agustus 2021 angka kasus di luar Jawa-Bali meningkat 10 persen dengan 21.374 kasus atau sekitar 54 persen dari total kasus baru secara nasional. Jokowi pun memperingatkan pemerintah daerah dan institusi terkait agar mewaspadai lonjakan kasus ini.

“Hati-hati kenaikan dalam 2 minggu ini,” ujar Presiden.

Melihat masih tingginya angka infeksi Covid-19, Jokowi menyarankan agar pemerintah daerah dan insitutsi terkait untuk memperkuat penanganan pandemi.

Jokowi secara khusus meminta kepada jajaran pemerintahan untuk membatasi mobilitas masyarakat. Pembatasan mobilitas di daerah dengan lonjakan kasus tinggi ini, menurut Jokowi, dilakukan minimal selama 2 pekan.

“Artinya mobilitas manusianya yang direm. Paling tidak 2 minggu,” ucap Jokowi.

Selain membatasi mobilitas, Jokowi menilai Indonesia perlu meningkatakan kapasitas testing dan tracing. Apabila seseorang telah terkonfirmasi positif Covid-19, perlu segera ditelusuri kontak eratnya.

“Segera ditemukan siapa orang-orang yang memiliki kasus positif ini, merepons secara cepat. Karena ini berkaitan dengan kecepatan, kalau enggak orang yang punya positif sudah ke mana-mana, nyebar ke mana-mana. Segera temukan!” kata dia. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement