Nasional
Vaksin Covid-19 untuk Anak, Kemenkes Tunggu Kajian dari ITAGI dan IDAI
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan menunggu rekomendasi dari Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait penggunaan vaksin Covid-19 terhadap masyarakat di bawah usia 18 tahun.
Sementara ITAGI masih menunggu kajian lebih lanjut mengenai kemungkinan tersebut, meskipun China telah memberikan lampu hijau pada penggunaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac untuk anak usia 3-17 tahun.
“Masih menunggu ITAGI dan IDAI,” kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi seperti dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (5/6).
Nadia menjelaskan sesungguhnya tak ada kekhawatiran khusus mengenai penggunaan vaksin Covid-19 terhadap anak-anak. Hanya saja, penggunaan vaksin terhadap kelompok tertentu harus dipastikan keamanannya.
“Hanya karena belum selesai uji klinis tahap 3 dan studi keamanan vaksin pada anak,” ujarnya.
Penjelasan serupa juga disampaikan Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro. Ia mengatakan ITAGI masih menunggu publikasi ilmiah yang membuktikan keamanan vaksin Covid-19 untuk anak.
“Semua harus dibuktikan secara ilmiah untuk keamanan, pembentukan antibodi dan manfaatnya. Juga logistik harus dipersiapkan,” tuturnya kepada CNNIndonesia.com.
Mengutip MIT Technology Review, uji coba vaksin Covid-19 terhadap anak sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa merek vaksin di dunia. Di antaranya vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna yang tengah melakukan uji klinis terhadap anak sejak awal tahun ini.
Namun, anak belum diprioritaskan mendapat vaksin Covid-19 karena dinilai proporsinya dalam kasus terkonfirmasi positif jauh lebih sedikit dibanding orang dewasa. Kalaupun terpapar, anak umumnya memiliki gejala ringan seperti batuk, demam, pilek dan sakit tenggorokan.
Sejumlah riset menunjukkan anak memiliki sistem kekebalan yang mampu menetralkan virus lebih cepat. Juga ada dugaan anak memiliki lebih sedikit reseptor ACE2 di sel yang melapisi saluran hidung. Reseptor itu merupakan pintu masuk covid-19 ke sel inang untuk menginfeksi tubuh.
Meski begitu, tetap ada komplikasi serius yang dapat dialami anak ketika terpapar Covid-19, yakni sindrom inflamasi multisistem atau MIS-C yang menyerang anak. Hanya saja kasus ini jarang terjadi.
Sementara itu, China telah menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinovac Biotech pada anak atau remaja di kelompok usia 3-17 tahun.
Seperti dilansir Reuters, hasil awal dari uji klinis Fase I dan II menunjukkan vaksin Sinovac dapat memicu respons imun peserta uji berusia tiga hingga 17 tahun dan sebagian besar reaksinya bersifat ringan. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com

You may like

Menkes: Program Vaksinasi Covid-19 Gratis Berakhir Sampai 31 Desember 2023

Dinkes Karawang Siapkan 1000 Vial Untuk Vaksin Booster Dosis Kedua

Vaksin Booster Kedua Dimulai Hari Ini, Begini Syaratnya!

Kemenkes Siapkan 9,3 Juta Dosis Vaksin Booster Kedua Bagi Masyarakat Umum

Capaian Vaksinasi Covid-19 Indonesia Masuk 5 Besar Dunia

BPOM Terbitkan Izin Vaksin Comirnaty Untuk Anak di Bawah 12 Tahun
Pos-pos Terbaru
- Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B
- Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat
- Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger
- Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS
- DPRD Karawang Matangkan Raperda RPIK Libatkan KADIN dan UNSIKA






